MAKASSAR, BKM — Kasus dugaan korupsi mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga membawa nama-nama keluarganya. Selain istri, anak, serta cucunya, nama istri Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, yaitu Priska Paramita ikut pula disebut-sebut.
Wanita jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2007 ini ramai-ramai disoroti karena bergaya hidup hedon bak sosialita. Warganet pun mengaitkan perilaku Priska itu dengan dugaan korupsi yang menjerat SYL, paman dari suaminya Adnan. Priska disebut kecipratan harta SYL.
Apalagi ketika sebuah akun di media sosial memunculkan video Ketua TP PKK Kabupaten Gowa ini berpose bersama beberapa wanita dengan penampilan berkelas. Mereka mengenakan pakaian dan tas branded, hingga menumpangi sebuah helikopter dalam video tersebut.
Karena tayangan video dan beberapa foto-foto itulah, Priska akhirnya menjadi sasaran komentar warganet. Mereka menuliskan penilaian bahwa Priska bergaya hidup hedon, dan merupakan ponakan menantu SYL yang bergaya heboh.
Karena diserang seperti itu, akhirnya Priska angkat bicara. Menurutnya, ia naik helikopter bersama sejumlah perempuan lainnya dengan pakaian berkelas menenteng tas mahal merek ternama, karena mereka sedang syuting brand pakaian muslim dalam negeri.
Para perempuan yang berpose dengannya di helikopter itu bukan teman sosialita seperti ditudingkan warganet padanya, melainkan para model seperti dirinya yang memang diundang sebagai influencer untuk produk hijab tersebut.
Bahkan di antara para wanita di video itu sebagian merupakan artis papan atas dan istri artis, seperti Hermansyah, istri dari Atta Halilintar serta Adelia Wilhelmina, istri Pasha Ungu.
Pengakuan Priska itu diamini oleh Mega Novelia selaku Public Relation Vanilla Hijab. Kata dia, aktivitas perempuan cantik tersebut, termasuk Priska Paramita Adnan saat itu adalah sedang syuting produk hijab.
”Pengambilan gambarnya dilaksanakan 14 Juni 2022 lalu. Kegiatan itu dalam rangka launching produk terbaru kami dengan tema Lady Boss,” jawab Mega yang berbicara melalui sambungan telepon, Kamis (19/10).
Disebutkan Mega, helikopter, pakaian dan beberapa aksesoris disiapkan pihak produsen sebagai penyelenggara. Priska menjadi salah satu influencer yang diundang ketika itu.
”Priska merupakan salah satu dari 40 orang yang sengaja diundang untuk berpartisipasi dalam launching produk terbaru saat itu. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kami lakukan, yaitu branding activity, helicopter experience dengan memakai koleksi terbaru kami. Memang disediakan berbagai fasilitas untuk para influencer yang diundang, termasuk Priska. Kami bahkan menyediakan jamuan makan siang, baju dan hijab serta kesempatan mencoba ride helikopter selama 10 menit,” beber Mega.
Saat itu, lanjutnya, pihaknya mengundang tamu yang sesuai dengan tema produk yang akan dilaunching. “Sebagian tamu adalah influencer yang kami bayar untuk hadir ke acara tersebut, yaitu yang aktif di sosial media, termasuk Priska Paramita,” jelas Mega.
Setiap influencer yang diundang dan dibayar untuk menghadiri launching itu, kata dia, memiliki kewajiban mempromosikan kegiatan dan produk yang digunakan di media sosial masing-masing.
Priska, kata Mega, termasuk influencer yang memang sejak dulu memberikan dukungannya pada perkembangan produk sebagai brand dalam negeri.
Sebelumnya, Priska dituding beberapa akun mengumbar kemewahan dengan jalan-jalan menggunakan helikopter. Akun yang pertama kali menyebar info itu salah satunya adalah @bung_madin di plaform sosial media X (dulu Twitter).
Setelahnya, beberapa akun lain ikut menyebarkan secara massif dengan narasi yang sama, yakni tudingan berperilaku hedon dengan jalan-jalan naik helilopter.
Pihak Priska Paramita masih mempertimbangkan apakah akan mengambil langkah hukum menanggapi tudingan yang sengaja disebar secara massif tersebut.
“Ibu Priska pada dasarnya tidak terlalu peduli, karena faktanya narasi yang mereka sebar tidak benar,” kata kerabat Priska, Andi Ian Kurniawan Latanro secara terpisah.
Meski demikian, lanjut Ian, pihaknya masih mempertimbangkan apakah akan mengambil langkah hukum pada pemilik akun yang menyebar fitnah itu atau tidak.
“Tentu kita menunggu itikad baik dari mereka. Intinya, kita masih pertimbangkan apakah perlu untuk mengambil langkah hukum atau tidak,” kata Ian. (sar)
