Site icon Berita Kota Makassar

Aliansi Poros Rakyat Temukan Proyek Jalan Rusak di Polut

TAKALAR, BKM — Sebuah proyek peningkatan jalan beton yang berada di Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), tepatnya jalan poros Lantang-Tanah Sambayang didemo warga.
Warga ini tergabung dalam kelompok masyarakat yang menyebut dirinya dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Poros Rakyat Takalar.
Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Takalar, pada akhir pekan kemarin.
Mereka lal. lantaran menilai pekerjaan peningkatan jalan beton ruas Lantang – Tanah Sambayang yang dikerjakan CV Putra Konawe tidak maksimal. Sehingga beberapa ruas badan jalan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dalam orasinya, lembaga penggiat anti rasuah ini menuding pihak rekanan dengan pihak Dinas PUPR Kabupaten Takalar tidak konsisten menjalankan tugas. Sehingga hasil pekerjaan jalan di wilayah tersebut tidak maksimal dan terkesan dikerja asal jadi.

”Hasil pekerjaan peningkatan jalan ruas Lantang-Tanah Sambayang, sangat tidak maksimal. Sehingga terkesan progres pekerjaannya dikerjakan asal jadi. Olehnya, tenaga ahli independen untuk memeriksa kualitas dan kuantitas pekerjaan,” kata Ketua DPD Lembaga Poros Rakyat Takalar, Herman Rangka, akhir pekan kemarin
Selain itu, Herman Rangka juga meminta APH untuk memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan proyek peningkatan jalan. Karena ditengarai proyek pembangunan jalan setiap tahunnya menyisakan masalah yang bermuara pada dugaan tindak pidana korupsi.
”APH harus tegas dan segera memeriksa pihak rekanan dan seluruh stakeholder Dinas PUPR Takalar yang terlibat dalam pembangunan jalan ini. Karena kuat dugaan proyek tersebut terindikasi korupsi,,” tegas Herman.
Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Takalar, Amran Torada, saat dikonfirmasi sekaitan aksi demo tersebut membenarkan.
”Mereka menggelar aksi demo menuntut pengawasan jalan dimaksimalkan. Pun kalau sudah ada ruas jalan yang rusak, tentu akan diperbaiki. Karena progres pekerjaan masih sedang berlangsung dan belum masuk tahap perampungan,” jelas Amran Torada. (ira/c)

Exit mobile version