Site icon Berita Kota Makassar

40 Persen Pelanggan tak Terlayani Air Bersih

MAKASSAR, BKM — Selama musim kemarau ada sekitar 40 persem pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar yang tidak terlayani air bersih melalui pipa, khususnya di wilayah Utara dan Timur.

Hal itu disebabkan karena tidak berfungsinya sejumlah instalasi Penjernihan Air (IPA) milik badan usaha milik daerah tersebut.
Direktur Utama PDAM Makassar, Beni Iskandar menerangkan, instalasi yang bermasalah diantaranya IPA 3 Antang dan IPA 2 Panaikang.
“Kedua IPA tersebut, sejak Agustus lalu memang sudah tidak bisa beroperasi karena persoalan sumber air baku dari Lekopancing yang memang krisis,” kata Beni kepada wartawan, Senin (23/10).

Selama ini, dua IPA tersebut melayani pelanggan PDAM di wilayah Utara dan Timur Kota Makassar.
Selanjutnya, sejak pekan lalu, suplay air bersih ke rumah pelanggan yang berdomisili di kawasan Tanjung, Maccini Sombala juga terhenti. Pasalnya, WTP Maccini Sombala tidak bisa difungsikan karena bendungan karet tidak bisa menahan inklusi air laut yang memang sedang pasang.
Akibatnya, air baku yang bercampur air laut memiliki kadar klorida yang sangat tinggi, yakni di atas 600 mg/liter.
“Kloridanya tinggi, di angka 600 mg/liter sehingga kita tidak bisa memproduksi air baku.
Sama dengan Traya, masih bisa beroperasi dari sumber Mallengkeri tapi ternyata kloridanya juga tinggi jadi sama sekali tidak bisa beroperasi,” kata Beni.
Sementara berdasarkan aturan Permenkes, kadar klorida sumber air bersih yang bisa digunakan di angka 500 mg/liter. Itupun kalau di angka 300-500 mg/liter, hanya bisa digunakan sebatas untuk MCK. Untuk konsumsi, kadar klorida harus dibawah 300 mg/liter.
Selain itu, jika kadar air baku dengan kadar klorida tinggi dipaksakan untuk diolah, maka akan merusak pipa dan pompa PDAM.
Saat ini, IPA milik PDAM Makassar yang masih stabil memproduksi air bersih adalah IPA 1 Ratulangi. Tekanan distribusi dan jumlah debet air tetap stabil di angka 1600-1700 liter per detik.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, kata Beni, jumlah pelanggan PDAM yang tidak terlayani suplay air bersih melalui sambungan pipa sekitar 40 persen. Khususnya di wilayah Utara dan Timur.
Para pelanggan tersebut diback dengan bantuan distribusi langsung air bersih menggunakan mobil-mobil tangki.
Selain melayani langsung distribusi air menggunakan 11 mobil tangkinya, PDAM juga mensuplay air bersih secara gratis ke wilayah yang membutuhkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang menjadi leading sektor tanggal darurat kekeringan di Makassar.
Untuk mendapatkan air bersih secara langsung, masyarakat bisa menghubungi hotline yang disiapkan BPBD atau mengajukan permohonan melalui RT/RW yang diteruskan ke lurah maupun camat.
“Karena kalau bermohon langusng PDAM, kami punya keterbatasan. Hanya ada 11 mobil tangki. Itupun kami prioritaskan ke fasilitas atau sarana umum seperti rumah sakit,” imbuhnya.
Hingga saat ini, PDAM Makassar sudah menyalurkan sekitar 17 juta liter air secara gratis ke warga Makassar yang membutuhkan. (rhm)

Exit mobile version