MAKASSAR, BKM — Warga Makassar bersuka cita. Setelah berbulan-bulan dilanda kemarau panjang dengan suhu udara yang cukup tinggi, pada Senin (23/10), awan tebal sudah menyelimuti langit.
Suhu panas pun dirasakan tidak seekstrem hari-hari sebelumya. Gemuruh petir pun sudah terdengar. Bahkan di beberapa titik, hujan mulai turun. Sebagian lainnya masih sebatas gerimis.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Agusmin, yang dihubungi, kemarin menerangkan, hujan yang terpantau terjadi di wilayah Makassar disebabkan adanya awan konvektif (comulonimbus) yang tumbuh di atas wilayah Makassar dan sekitarnya.
Awan tersebut, kata dia, memang dapat mengakibatkan hujan sedang yang disertai kilat/petir dan angin kencang secara tiba-tiba. “Fenomena cuaca seperti itulah yang terjadi wilayah Makassar dan sekitarnya hari ini (kemarin),” ujarnya.
Ia melanjutkan, hujan yang turun merupakan hal yang lumrah dan normal terjadi saat ini. Fenomena tersebut sering muncul saat musim peralihan atau transisi. Yang perlu menjadi penekanan dan digarisbawahi, kata Agusmin, hujan maupun petir yang terjadi saat ini tidak berlangsung berturut-turut di hari berikutnya.
“Tapi kejadian/fenomena ini memang salah satu tanda yang biasa terjadi di musim peralihan. Tetap pantau update informasi dari kami untuk mengetahui informasi dan kondisi cuaca lebih lanjut,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk prakiraan cuaca di wilayah Makassar dan sekitarnya hari ini, Selasa (23/10), diperkirakan cerah hingga berawan saja. “Jadi untuk tiga hari ke depan 24-26 Oktober, diprakirakan cerah hingga berawan. Tidak terdapat potensi hujan di wilayah Makassar,” ungkapnya.
Agusmin menambahkan, pihaknya terus memperbarui model prakiraan cuaca yang menjadi dasar BMKG dalam menganalisis, karena tidak menutup kemungkinan adanya perubahan. “Nanti bisa update kembali, karena model prakiraan cuaca yang sebagai dasar kami untuk analisis diupdate tiap hari dan tidak menutup kemungkinan adanya perubahan,” tandas Agusmin.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar sangat bersuka cita karena hujan mulai turun. Dia berharap hujan dengan kapasitas sedang hingga lebat sudah bisa terjadi di wilayah Makassar dan sekitarnya, sehingga air baku bisa kembali tersedia untuk diolah menjadi air bersih.
“Kita berharap sudah ada hujan yang intens di wilayah Maros, Gowa dan sekitarnya,” kata Beni, kemarin.
Dia mengatakan, jika hujan dengan intensitas ‘lumayan’ terjadi di wilayah Maros dan sekitarnya, bisa menjadi sumber air baku di Sungai Lekopancing. Begitu juga jika hujan terjadi di wilayah Gowa dan sekitarnya, mampu menambah suplai air baku untuk IPA Somba Opu. Termasuk untuk WTP Maccini Sombala.
“Intinya, kalau hujan mulai turun, akan mempengaruhi suplai air baku kita. Kalau Lekopancing sudah terisi, otomatis kita sudah bisa mengolah menjadi air bersih untuk didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan,” jelasnya. (rhm)
