TAKALAR, BKM – Kegiatan festival bulan bahasa dan sastra dilaksanakan selain untuk melestarikan bahasa indonesia juga untuk mengenang peristiwa yang terjadi pada bulan Oktober yaitu Sumpah Pemuda.
Hal tersebut dikatakan Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad, saat meresmikan festival tersebut di gedung Perpustakaan Kabupaten Takalar, Rabu (25/10). Kegiatan ini mengangkat tema ‘Literasi dalam Kebhinnekaan Menuju Takalar Tangguh’.
Pj bupati Takalar dalam sambutannya mengatakan, bahasa indonesia merupakan bahasa negara dan bahasa pemersatu bangsa sebagaimana tertuang dalam sumpah pemuda. ”Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku Berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia”.
Lanjut dikatakan, sumpah pemuda ini diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 sekaligus sebagai penetapan bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia. Itulah sebabnya setiap tahunnya dibulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa.
”Saya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini para guru dan murid dapat meningkatkan kemampuan literasinya dengan mengembangkan kompetensi murid dalam bidang bahasa dan sastra indonesia selain itu, murid juga diharapkan mampu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dengan memahami EYD edisi V melalui lomba peningkatan satu EYD,” harap Setiawan Aswad.
Sementara itu ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas guru bahasa indonesia ditingkat SMP melalui penyusunan buku antologi puisi dan pidato serta pembuatan konten kreatif tentang penggunaan EYD.
Dilaporkan pula, bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia. Setiap tahun momen ini diperingati dengan berbagai acara bertajuk bahasa dan sastra yang tujuannya memaksimalkan penggunaan bahasa Indonesia.
Berbagai kegiatan dilaksanakan, seperti lomba pidato, lomba baca puisi, lomba mendongeng legenda nusantara, lomba peringkat satu EYD, penulisan buku antopologi puisi dan pidato untuk guru bahasa Indonesia tingkat SMP Kabupaten Takalar. (ira/c)

