MAKASSAR, BKM — Kebakaran kembali terjadi di Kota Makassar. Sebanyak 12 unit rumah yang berlokasi di Jalan Andi Tonro 6, tepatnya di belakang kuburan perbatasan antara Kelurahan Pa’baeng-baeng dan Jongaya, Kecamatan Tamalate, ludes dilalap di jago merah. Peristiwa tersebut berlangsung Minggu (5/11) tengah malam pukul 23.15 Wita.
Seluruh rumah rata dengan tanah. Api hanya menyisakan puing-puing yang berserakan. Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat kejadian ini.
Dari pantauan BKM di lokasi kebakaran, Senin siang (6/11), masih terlihat ada api yang belum padam di bawah terik matahari. Warga pun menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran, yang tak lama berselang langsung datang ke lokasi.
Sejumlah korban kebakaran yang ditemui, saat kejadian mereka tengah tertidur pulas. Rerata yang terbakar merupakan rumah panggung bertiang kayu berdinding seng dan tripleks yang mudah terbakar.
Apalagi, di sekitar lokasi kebakaran dikelilingi dengan tumpukan plastik dan kardus bekas yang dikumpulkan warga. Mereka tidak men getahui dari mana sumber api. Namun, ada yang menyebut berasal dari kolong rumah milik Dg Taba yang sementara tidur.
Kuat dugaan kardus yang sebelumnya dikumpulkan oleh Dg Taba tetiba terbakar. Ia juga kaget ketika mengetahuai api dari kolong rumahnya, kemudian langsung turun melihatnya.
Tak lama, Dg Taba kembali ke atas untuk mencari cucunya. Namun, malang baginya. Ia tertimpa kayu balok rumah yang terbakar. Korban pun pingsan dan terjatuh. Warga berusaha memberikan pertolongan dan nyawanya berhasil diselamatkan, dengan anggota tubuh yang mengalami luka bakar. Padahal, cucu yang dicarinya sudah lari turun dari atas rumah panggung untuk menyelamatkan diri.
Kapolsek Tamalate AKP Aris S dan Camat Tamalate Emil Yudianto langsung turun ke lokasi sesaat kebakaran terjadi. Mereka meminta warga memberi akses kepada petugas pemadam kebakaran agar leluasa bekerja memdamkan api.
Karena lokasi kebakaran ini berada kurang lebih 300 meter ke dalam lorong. Api berhasil dipadamkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Korban yang menderita luka bakar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis.
Di tempat terpisah, Senin (6/11) pukul 12.00 Wita, terjadi ledakan dari genset yang dioperasikan sebuah bank di Jalan Kakatua, Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso. Diduga ledakan dipicu karena genset kepanasan saat digunakan karena listrik PLN padam.
BKM yang berada di TKP menemui saksi mata penjual bakso gerobak di depan mesin genset bernama Mas Tono. Ia pertama kali melihat percikan api dari dalam mesin genset disertai gumpalan asap. ”Tidak lama langsung terjadilah ledakan dan api semakin besar,” ujarnya.
Para pegawai bank sempat panik dan berlarian keluar dari gedung. Security bank langsung mengambil tabung alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api. Tak lama kemudian api berhasil dikuasai.
Babinsa Kampung Buyang juga datang langsung ke lokasi kejadian. Selanjutnya dua unit mobil Damkar tiba dan memastikan api sudah padam. (jul)
