TAKALAR, BKM — Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad untuk kali pertama memperlihatkan raut wajah kecewa. Kekecewaan ini muncul setelah Setiawan Aswad melihat hasil pekerjaan jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Kekecewaan itu diperlihatkan Pj bupati Takalar di hadapan para pejabatnya saat meninjau langsung proyek pekerjaan jalan dan talud di Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.
Karena tidak puas dan menilai output pekerjaan tidak sesuai perencanaan, Pj bupati Takalar didampingi Kepala DPU, Muksin Tiro meminta rekanan dan pihak penanggung jawab kegiatan proyek jalan dan talud untuk menghadap memberi klarifikasi.
”Proyek ini (jalan dan talud) hasilnya sangat buruk. Volumenya tidak sesuai dengan serapan anggaran. Jadi saya minta agar pihak dari kontraktor dan pengawasnya untuk menghadap hari ini juga. Kalau pekerjaannya amburadul seperti ini, sama halnya kita sudah menzolimi masyarakat,” ungkap, Pj Bupati Takalar, Setiawan Aswad, Kamis (2/11).
Dengan ditemukannya proyek jalan dan talud yang tidak maksimal hasil akhir mengindikasikan, kinerja Dinas PU Takalar beserta jajarannya sangat lemah dan terkesan tidak profesional dalam mengawasi kegiatan itu.
”Penanggung jawab kegiatan harus konsisten bekerja. Kalau kita bekerja ikhlas untuk masyarakat tanpa embel-embel kepentingan, maka tidak akan pernah ada penyimpangan dalam pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek,” ucap Setiawan Aswad.
Usai melaksanakan peninjauan di Desa Lantang, Pj bupati Takalar didampingi kepala Dinas PUTRPKP bersama jajaran, Kepala Bagian Prokopim, serta Camat Polongbangkeng Utara melanjutkan peninjauan pengaspalan jalan poros Maronde-Malewang-Palleko yang terletak Kecamatan Polongbangkeng Utara. (ira/c)

