MALILI, BKM — Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Luwu Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) sektor pariwisata di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim, Kamis (9/11). FGD dilaksanakan dalam rangka mengembangkan potensi alam desa menjadi destinasi wisata.
Asisten Administrasi Umum, Nursih Hariani menjelaskan kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Lutim tertuang dalam RPJMD Tahun 2021 – 2026 yang mendukung pengembangan pariwisata dengan memfokuskan pengembangan pada destinasi wisata yang menjadi unggulan kabupaten Lutim, yakni 1 desa 1 destinasi (one village one destination) sebagai salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa.
”Pengembangan wisata sebagaimana yang kita ketahui desa perlu mencermati potensi yang dimiliki untuk diangkat dan dikembangkan agar bisa memberikan nilai tambah serta menghasilkan produktivitas yang tinggi yang bertujuan untuk meningkatkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran, melestarikan lingkungan serta memajukan kebudayaan,” kata Nursih Hariani.
Dia menambahkan, pariwisata merupakan sektor penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial suatu wilayah. Namun, model pengembangan pariwisata yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata seringkali mengabaikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan sehingga banyak destinasi wisata menghadapi masalah seperti kerusakan lingkungan dan lain-lain.
“Untuk mengatasi tantangan ini, kita punya konsep pariwisata berbasis masyarakat telah muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Pariwisata berbasis masyarakat telah menjadi pendekatan yang semakin populer dalam pengembangan destinasi wisata diberbagai wilayah,” jelas Asisten Administrasi Umum.
“Dalam pengembangan kepariwisataan yang berorientasi pada partisipasi masyarakat, peran dan partisipasi masyarakat setempat adalah sebagai subyek pembangunan diutamakan,” tambahnya.
Nurish menambahkan dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat perlu pendekatan sekaligus melibatkan dan memperdayakan komunitas sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata.
“Ini dilakukan dengan tujuan agar manfaat dari pariwisata yang ada di Kabupaten Luwu Timur ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat,” tutupnya. (rls)

