Site icon Berita Kota Makassar

SMPN 2 Maros Jadi Pilot Project Sekolah Penggerak

MAROS, BKM — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Maros menjadi pilot project penerapan program sekolah penggerak. Selain SMPN 2, ada tiga SMP lainnya di Kabupaten Maros yang jadi pilot project.
Sekolah Penggerak yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan program merdeka belajar. Dimana memberikan keleluasaan kepada guru untuk menggunakan kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah berbasis proyek sebagai kurikulum sekolah penggerak.

Kepala SMPN 2 Maros, Rosmawati, saat dihubungi wartawan usai melakukan pengimbasan sekolah penggerak di SMPN 10 Bantimurung, mengaku sangat bersyukur atas ditunjuknya SMPN 2 Maros sebagai sekolah penggerak.
Meski penerapan program sekolah penggerak baru dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024, namun pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan mulai menerapkan kurikulum merdeka.
”Alhamdulillah, dengan adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan Maros terkait kurikulum merdeka yang sudah mulai diterapkan saat ini, tentu membantu kami dalam menyiapkan menjadi sekolah penggerak,” jelas Rosmawati.

Rosmawati mengatakan, pasca-sekolah yang dipimpinnya ditunjuk sebagai sekolah penggerak, pihaknya juga telah diberikan bantuan dana dari Kemendikbud untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana. Juga peningkatatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) guru.
”Jadi saat ini saya bersama tim guru penggerak sedang melakukan pengimbasan sekolah sekitarnya,” tutur mantan Kepala SMPN 14 Tanralili ini.
Dikatakan Rosmiati, pengimbasan sekolah penggerak merupakan salah satu upaya yang bertujuan agar transformasi pendidikan berlangsung lebih cepat dan merata ke semua sekolah.
Harapannya agar sekolah imbasan seperti SMPN 18 Lau, SMPN 10 Bantimurung, dan SMPN 15 Simbang, juga sudah bisa dikategorikan sebagai sekolah penggerak.

”Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan katalis untuk merealisasikan visi pendidikan Indonesia. Yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila,” sebut Rosmawati.
Sementara itu, Kepala SMPN 18 Lau, Hj ST Salmah yang menerima imbasan program sekolah penggerak mengatakan, tim pengimbas sekolah penggerak dari SMPN 2 Maros yang datang ke sekolahnya, telah memberikan pemahaman terkait implementasi kurikulum merdeka.
Dengan adanya pengimbasan ini tentunya kami sangat berterima kasih khususnya kepada sekolah penggerak dari SMPN 2 Maros yang telah memberikan pengimbasan kepada sekolah kami di SMPN 18 Lau. ”Pengimbasan ini sebagai nutrisi tambahan pengetahuan guru-guru kami agar nantinya mampu menambah pengetahuan tentang implementasi Kurikulum Merdeka dalam penerepan Kurikulum Merdeka di SMPN 18 Lau,” ujar Hj St Salmah. (ari/c)

Exit mobile version