Site icon Berita Kota Makassar

Di Depan Rektor Unhas, Bahtiar Ungkit Pejabat Kacang-kacangan

MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) menyinggung pejabat kacang-kacangan dihadapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa. Bahtiar mengatakan bahwa selama menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, dirinya bisa mengetahui mana pejabat yang betul-betul hebat dan sekadar pejabat kacang-kacangan. Itu dapat dilihat dari sikapnya.

“Selama kepemimpinan saya melihat pejabat itu gampang. Pejabat beneran hebat atau pejabat kacang-kacangan atau istilah pejabat tanam sayur,” kata Bahtiar ketika memberikan sambutan pada launching Berjuta Bibit Pisang Cavendish di Unhas, Kamis (16/11).

Dari sikap pejabat, kata dia, jika senyum dan ketawanya seimbang artinya mereka termasuk pejabat yang hebat. Karena memahami peranannya sebagai pejabat publik.

“Dari wajahnya saja kelihatan. Kalau dia selalu senyum hebat ini, antara ketawa dan senyum itu seimbang,” ungkapnya.

Berbeda jika tidak pernah senyum. Menurutnya, itu merupakan pejabat kacang-kacangan karena tidak dapat memposisikan dirinya.

“Kalau yang tidak senyum begini terus mukanya (sambil peragakan wajah marah), tidak seimbang,” jelasnya.

Bahtiar pun menyampaikan agar para pejabat dapat meneladani sikap Rektor Unhas. Selalu senyum dan mempunyai sikap yang dapat dicontoh.

“Seperti Prof Jompa ini dengan bawaannya, selalu senyum-senyum. Itu keseimbangan antara ketawa dan senyum, contohnya itu ada di Pak Rektor,” imbuhnya.
Menurutnya,

dalam pengelolaan pemerintahan perlu ilmu dan pengetahuan.

“Sekarang mengelola pemerintahan, termasuk mengelola Pemda/Provinsi itu tidak bisa lagi jalan dengan cara lama. Harus dituntun dengan ilmu pengetahuan. Paling tidak dengan pengetahuan kalau tidak punya ilmunya,” terangnya.

Dengan demikian, lanjut Bahtiar, kampus yang merupakan tempatnya para ilmuwan dan yang memiliki ilmu pengetahuan bisa berkerja sama dengan pemerintah.

“Termasuk pembangunan daerah. Saya sekarang sedang membangun daerah, pembangunan masyarakat, gerakan pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, bagaimana mengatasi stunting, misi keluarga yang bagus dengan satu alat, yang namanya budidaya pisang,” tandas Bahtiar.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan, tidak ada politisasi soal program prioritas Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin soal budi daya pisang. Prof JJ, sapaan akrab Jamaluddin Jompa mengatakan, program budi daya pisang ini murni untuk mendorong perekonomian, mengentaskan kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan.

“Tidak ada politisasi di sini. Ini murni dari hati beliau (Pj Gubernur), keikhlasan beliau, di dalam mendorong ekonomi yang visibel dalam waktu singkat,” ucapnya.

“Karena beliau kan hanya kurang lebih satu tahun (jadi Pj Gubernur Sulsel). Entah kalau beliau nanti jadi seseorang lagi yang lain. Tapi merancang bahwa masa jabatannya kita sudah wujudkan hal yang nyata di tengah-tengah masyarakat Sulsel, tentu didukung oleh Forkompimda, dan menjadi pentahelix,” ujar Prof JJ. (jun)

Exit mobile version