Site icon Berita Kota Makassar

Tim PKM PM Prodi Bimbingan dan Konseling UNM

MAKASSAR,BKM.COM–Permainan monopoli bagi masyarakat umum sudah tidak asing lagi. Tapi untuk pekerja seks komersial (PSK) yang tengah menjalani pembinaan, tentu hal seperti ini masih tergolong baru. Permainan ini bertujuan untuk meningkatan psikologi para PSK yang menjadi mitra.

PROGRAM Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang lomba bergengsi skala nasional. Kegiatan ini diikuti seluruh kampus yang ada di Indonesia, baik swasta maupun negeri. Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi salah satu kampus yang ambil bagian dalam event tersebut.

Tim dari Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) UNM merupakan salah satu yang dinyatakan lolos dan mendapatkan pendanaan. Dua dari empat anggota tim ini diwawancarai di studio siniar untuk kanal Yotube Berita Kota Makassar. Mereka adalah Salsabila Putri Beninda dari Jurusan Psikologi semester tiga, dan Susi Andriani, Prodi Bimbingan dan Konseling.
Keduanya didampingi Ahmad Harum sebagai dosen Bimbingan dan Konseling UNM. Dua mahasiswi lainnya yang tergabung dalam tim ini adalah Shalsabila Auliyah Putri selaku ketua, dan Putri Chairunnisa Said.

Menurut Harum, UNM merupakan salah satu universitas di Makassar yang secara kebijakan pimpinannya memberi dukungan sampai ke fakultas, prodi dan dosen. Mereka dituntut untuk membimbing mahasiswa agar ikut berpartisipasi mengirim proposal PKM.

”Prodi BK (Bimbingan dan Konseling) mengirim proposal untuk skim pengabdian masyarakat. PKM ada banyak skim, di antaranya pengabdian masyarakat, riset humaniora, karya cipta, kewirausahaan, dan banyak laigi yang lainnya. Tim Prodi BKM UNM memilih PKM PM. Tujuannya untuk membantu organisasi dan komunitas tertentu, serta pemerintah yang terkait dengan pelatihan-pelatihan sesuai dengan keilmuan kita,” terang Harum.

Dijelaskan pula bahwa UNM masuk dalam klaster A, yang bisa bisa mengirim maksimal 500 judul pada ajang yang dilaksanakan setiap tahun ini dengan berbagai skim. Di FIP ada 71 yang dinyatakan lolos, setelah melalu seleksi internal di tingkat fakultas dan selanjutnya universitas.

Dalam ajang PKM, tim BK UNM mengusung judul Gratitude Counseling dan Spiritual Teistik untuk Meningkatkan Well Being Wanit Tuna Susila Mattirodeceng Sebagai Pencegah Residivis di Masa Mendatang. Di dalamnya melakukan sebuah kegiatan dan membungkusnya dengan membungkusnya dengan banyak sekali kegiatan seru bersama mitra penerima manfaat.

”Sebelumnya kami sudah melakukan assesment awal, apa sih yang dibutuhkan para mitra. Kita melakukan aktivitas di sana,” ungkap Susi, panggilan akrab Susi Andriani.
Tentang judul yang menyebut residivis di masa datang, menurut Susi, hal itu terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan timnya dalam rangka mencegah perilaku yang pernah dilakukan oleh mitra dan tidak terulang lagi di mada mendatang.

Yang menjadi mitra adalah PSK yang berada di bawah binaan PPSKW Mattiro Deceng. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Para mitra merupakan PSK yang sebelumnya terjaring razia dan sementara menjalani rehabilitasi. Selama proses rehabilitas itu, psikologi mereka diusahakan untuk ditingkatkan.

Menurut Harum, inspirasi program ini dari adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka di UNM. Salah satu kegiatan atau program setiap prodi dianjurkan untuk melaksanakan kurikulum merdeka. Ada delapan bentuk pembelajaran. Salah satunya proyek kemanusiaan.

”Kenapa memilih program ini? Karena secara keilmuan di Bimbingan dan Konseling kita perlu mengimplementasikan ilmu kita. Apalagi kami sudah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Dinsos Sulsel, yang memiliki UPTD Mattiro Deceng. Kami diterima melalui program PKS itu. Susi yang yang ditempatkan di proyek kemanusiaan Mattiro Deceng. Selama kurang lebih tiga bulan dia di sana,” ungkap Harum.

Menurut Susi, bersama timnya yang berjumlah 12 orang, mereka melaksanakan proyek kemanusiaan di Mattiro Deceng. Setelah melakukan assesment awal, observasi, dan wawancara kepada mitra ditemukan beberapa masalah.

”Pada saat proyek kemanusiaan ini, masalah yang muncul mungkin sering terkait kepada diri mereka sendiri. Mulai dari penerimaan diri, tidak bisa menerima diri mereka. Intinya, mereka merasa tidak bisa maju karena saya adalah pernah melakukan hal seperti itu,” terang Susi.

Ada juga ditemukan masalah ketika dilakukan bimbingan-bimbingan klasikal di dalam kelas dan luar kelas supaya tidak merasa bosan. ”Setelah masa proyek kemanusiaan tersebut selesai, saya pernah bilang kapan ya saya kembali lagi ke tempat ini? Hadirlah PKM. Ketika itu kami menyampaikan agar program ini bisa dilaksanakan lagi di Mattiro Deceng. Mulailah dibuat tim sehingga menemukan lagi masalahnya, yaitu rendahnya tingkat tingkat psikologi,” jelas Susi.

Pada bulan September sampai Oktober tim PKM turun ke Mattiro Deceng. Mereka datang dua hingga tiga kali dalam seminggu. Diakui Harum, ada banyak kode etik yang mesti dipatuhi saat pelaksanaan kegiatan di lapangan. Salah satu kendala yang didapati adalah waktu. Karena mitra bergantung pada moodnya.

Susi menerangkan metode untuk mitra dirancang empat topik. Salah satunya permainan monopoli asertif dan emosi. Di permainan ini ada kartu-kartu disediakan. Namanya kartu asemo. Termasuk dadu dan pion. Permainan dimulai dari memainkan dadunya. Ketika mendapat angka enam akan start. Mereka memainkan lagi dadunya. Selanjutnya bergeser sesuai angka. Kalau dapat angka empat, tertulis untuk mempersilakan mengambil kartu emosi. Di kartu tersebut tertulis apa yang mereka mesti lakukan.

”Kita paham kondisi psikologisnya penerima manfaat, sehingga dikemas dengan berbagai aktivitas. Tetap kaitkan dengan ketika melakukan refleksi yang erat kaitannya dengan psikologis,” terang Susi.

Kartu-kartu yang dibuatkan menjabarkan kasus-kasus. Di antaranya; kalau misalnya kalian dibawa ke tempat yang mungkin tidak diinginkan, sikapmu seperti apa. Selama bermain akan diketahui apa sebenarnya tindakan yang bisa dilakukan. Yang tujuannya memang benar-benar dengan mempertegas diri sendiri. Karena banyak orang-orang yang tidak mau, karena ada paksaan dia bakalan ikut. Dengan adanya kartu ini bisa membantu mitra terkait apa yang bisa dilakukan kalau ada ajakan-ajakan.

Animo mitra dengan permainan ini cukup besar. Apalagi ada sesi diskusi saat permainan berlangsung. Di situlah mereka saling sharing. Bila ada yang keliru diberi penjelasan seperti apa yang harusnya dilakukan. (*/rus)

Exit mobile version