MAKASSAR, BKM — Lokasi pelaksanaan seleksi kompetensi teknis tambahan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipindahkan ke Universitas Islam Makassar (UIM). Sebelumnya, sesuai agenda akan dilaksanakan di Wisma Negara, Centrepoint of Indonesia (CoI) Makassar. Pemindahan tersebut dilakukan karena gedung Wisma Negara milik Pemprov Sulsel ini mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Kamis (23/11).
Kepala Bidang Informasi dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Rofiq Amri menyampaikan, pihaknya belum mengeluarkan pengumuman resmi soal jadwal tes PPPK itu. Kendati demikian, Rofiq menyebut, tes PPPK akan dilaksanakan di UIM.
“Belum (ada keterangan resmi), tapi untuk lokasi dipindahkan ke Tilok (titik lokasi) UIM,” katanya, saat dihubungi, Jumat (24/11).
Untuk informasi, seleksi kompetensi teknis tambahan PPPK ini berlangsung 13 November-4 Desember dari jadwal yang ditetapkan oleh BKN.
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi mengakibatkan kerusakan di kawasan CoI. Selain Wisma Negara, tenda-tenda untuk mendukung pelaksanaan pun berhamburan.
Cuaca ekstrem yang terjadi mendapat perhatian Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.
Dia mengimbau kepada warga Sulsel agar terus memantau peringatan yang disampaikan BMKG wilayah IV Makassar.
“Kalau cuaca itu kan faktor alam ya. Kan ada peringatan BMKG. Masyarakat kita selama ini memang berbasis ke BMKG,” ucap Bahtiar usai pengukuhan Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Kota dan Pengukuhan Pengurus Dekranasda Prov Sulsel Periode 2023-2024 di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (24/11).
Bahtiar menjelaskan, musim pancaroba ini merupakan siklus alam yang tidak dapat diintervensi. Karena itu diperlukan kewaspadaan dan upaya pencegahan.
Sebelumnya, BMKG Wilayah IV Makassar menyebut cuaca ekstrem ini terjadi akibat gumpalan awan yang terbentuk. Hujan disertai angin kencang karena telah memasuki musim pancaroba.
“Kondisi sekarang terjadi hujan disertai angin kencang. Jadi dia mengikuti awan. Ketika awan ada angin tetap ada. Mungkin dua jam ke depan awannya sudah mulai luruh, anginnya sudah mulai hilang,” kata Muhammad Sultan Zakariah, Prakiraan Cuaca BMKG Wilayah IV Makassar.
Ia membenarkan bahwa intensitas angin terpantau cukup kencang. Kendati kondisi itu tidak terjadi dengan waktu yang lama.
“Kalau melihat dari satelit ini awannya cukup besar. Jadi kemungkinan angin yang dihasilkan pun cukup kencang,” ucapnya.
BMKG mengimbau agar masyarakat di Kota Makassar tetap waspada, baik di rumah maupun yang melakukan aktivitas di luar. ”Imbauan ke warga bahwa kita sekarang masuk pancaroba. Kondisi cuaca yang berlangsung saat ini angin kencang dan petir. Bagi masyarakat yang rumahnya ketika angin kencang dan mudah banjir atau pohon tumbang, hendaknya waspada. Pohon yang berpotensi juga mohon dipangkas, dan masyarakat yang di jalan harap waspada karena jalan licin,” tandasnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan lebat disertai angin kencang masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya akan terus memantau kondisi cuaca selanjutnya.
“Jadi kalau hujan dan angin kencang ini kami perkirakan bisa terjadi ini dua hari kedepan,” kata Sultan.
Ia mengatakan, cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Pinrang hingga Kota Makassar.
“Ini kami lihat di pesisir barat Sulawesi Selatan. Jadi itu mulai Pinrang sampai ke Makassar jadi merata,” tandasnya. (jun)
