Site icon Berita Kota Makassar

Miras Rerata Jadi Pemicu Berbagai Tindak Kriminalitas

MAKASSAR, BKM — Maraknya terjadi aksi tindak kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Makassar, mulai dari aksi perang kelompok hingga penganiayaan, rerata dipicu minuman keras (miras) dan minuman keras tradisional (ballo).
Hal ini disebutkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, saat melakukan kegiatan safari subuh di Masjid Nurul Rahim, Jalan Nipa-nipa, Kecamatan. Manggala, Kota Makassar, Jumat (24/11).

Hadir mendampingi Kabag Ops, AKBP Darminto, Kasat Samapta, AKBP Baharuddin, Kasi Propam, Kompol Edi Supriyadi, Kasi Humas, AKP Wahiduddin, dan Kapolsek Manggala, Kompol Syamsuardi.
Dalam safari subuh tersebut, Kapolrestabes Makassar mengemukakan, berbicara tentang keamanan merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari. Salah satunya melaksanakan ibadah.
”Pentingnya saling memuliakan, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Masyarakat Kota Makassar masih memegang teguh pedoman hidup 3S(sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge),” ucap Kapolrestabes.

Sebagaimana permasalahan sosial yang terjadi di Kota Makassar, salah satunya tingginya angka tindak kriminalitas berupa kasus perkelahian, pengeroyokan, perang kelpmpok dan penganiayaan, dan kebanyakan kasus penganiayaan terjadi antar tetangga dikarenakan emosi yang tinggi dan permasalahan sepele.
Sehingga terjadinya penganiayaan satu sama lain. Permasalahan sosial lainnya di Kota Makassar, yaitu masih maraknya beredar minuman keras jenis ballo yang memabukkan.
”Oleh karenanya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan tidak mengkonsumsi minuman ballo. Karena minuman tersebut apabila sudah diminum merupakan salah satu faktor utama terjadinya penganiayaan, perang kelompok dan kriminalitas linnya,” ungkapnya.
Saat ini di Kota Makassar sudah memasuki musim penghujan. ”Oleh karena itu, kami dari Polrestabes Makassar selalu mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa tidak sembarangan membuang sampah agar terhindar dari banjir dan menjaga pula kamtibmas di lingkungan. (jul)

Exit mobile version