MAKASSAR, BKM — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, tetap berkomitmen akan membangun Stadion Mattoanging dan Barombong, dengan catatan tidak ada lagi proses hukum yang berjalan atau tuntas soal kepemilikan lahan.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dispora Sulsel, H Suherman.Ia mengatakan, tidak akan membiarkan Stadion Barombong mangkrak. Pihaknya menunggu kepastian kepemilikannya tidak lagi dipermasalahkan, termasuk juga Stadion Mattoanging.
“Kalau sudah clear atau aman lahannya, pasti kita bangun lah. Kita tidak akan meninggalkan barang mangkrak begitu (seperti Barombong dan Mattoanging). Pasti kita akan lakukan pembangunan,” terangnya usai upacara hari Korpri di lapangan rujab Gubernur, Rabu (29/11).
Meski saat ini pihaknya merencanakan pembangunan stadion di Sudiang, dirinya tidak akan melupakan dua stadion ini, utamanya di Barombong yang telah menelan anggaran ratusan miliar.
Suherman juga menegaskan, rencana pembangunan Stadion Sudiang ini tidak akan menghentikan pembangunan stadion lainnya yang telah direncanakan sebelumnya, seperti Mattoanging dan Barombong.
“Supaya kita punya stadion semakin banyak, bukan berkurang bos, tapi semakin banyak, ada Mattoanging, Barombong. Sudiang ini akan kita bangun juga, bukan karena harus dihilangkan salahsatunya, tapi tetap semua dibangun,” tegasnya.
“Kan kita sudah tahu di situ (Mattoanging dan Barombong) masih dalam proses hukum di dalamnya. Biarlah proses hukum itu clear. Sama juga dengan Barombong, kita selesaikan dulu. Yang mau saya lakukan adalah lahan yang clear dulu,” lanjut Suherman.
Lebih jauh, pihaknya menginginkan agar Sudiang ini menjadi sport center. “Belum ada memang stadionnya (di Sudiang). Jadi ini memang saya setelah menjadi Kepala Dinas (Dispora) kita berusaha untuk bisa ada stadion, supaya lengkap, rampung seperti sport center. Saya sudah ketemu dengan mentri pemuda dan olah raga mengajukan pembagunan stadion Sudiang,” jelas Suherman.
Untuk informasi, anggaran Stadion Mattoanging dan Barombong tidak masuk dalam APBD 2024 mendatang. 2024 hanya berfokus pada pembangunan stadion di Sudiang oleh pemerintah pusat, yang menggunakan skema APBN. (jun)

