MAKASSAR, BKM–Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng berbicara soal calon Wakil Presiden (Cawapres) usungan partainya, Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Andi Marzuki, Gibran bisa mewakili generasi muda, khususnya di Sulsel. Soal kapasitas bisa sambil belajar.
“Saya kira kalau generasi Sulsel gembira sekali karena ada perwakilannya, soal kapasitasnya itu masalah nanti. Kan bisaji nanti belajar, sambil jalan belajar. Kan bisa seperti itu,” kata Andi Marzuki, di Kantor Golkar Sulsel, Senin (4/12).
Menurutnya, tidak ada orang yang langsung hebat masuk di suatu organisasi. Dia pun menceritakan masa lalunya yang berjuang dari menjadi pengurus di Kecamatan hingga sekarang ini menjadi petinggi Golkar Sulsel.
“Saya itu memulai 1970. Mulai menjadi pengurus kecamatan Bontoala dan menjadi pengurus Golkar Makassar. Selanjutnya menjadi anggota DPRD Makassar 1992 sampai reformasi,” sebutnya.
Pada Pemilu 1999 sampai 2009 itu DPRD Sulsel, saya tiga periode di sana. Itu mulai dari bawah dan saya tidak pintar memang dari sana, nanti didalam baru belajar.
Ketika ditanya soal Gibran yang irit bicara, termasuk ketika datang di Makassar beberapa waktu lalu. Menurutnya, orang Solo memang pada dasarnya pendiam.
“Irit bicara belum tentu dia tidak tahu apa-apa. Kalau dia orang Jawa itu apalagi Solo memang begitu, irit bicara tapi kerjanya banyak,” katanya.
“Dulu ada Kepala Sekolah saya, kan saya dari guru. Kepala Sekolah saya ini orang Solo, dia pendiam tapi kerjanya bagus. Beda kita di sini lincah tapi tidak tahu apa-apa,”sindir Marzuki.
Untuk itu, Golkar bertekad memenangkan pasangan Prabowo-Gibran satu putaran.
“Pokoknya kita bertekad memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran, target 60 persen. Jadi harus menang di Sulsel,”pungkasnya. (jun/rif)
