MAKASSAR, BKM–Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusdi terus mendorong kepada seluruh jajaran mereka hingga tingkat paling bawah untuk bahu membahu dalam mensukseskan pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 14 Februari 2024 mendatang.
Mardiana Rusli menyebutkan jika saat ini sudah memasuki tahapan persiapan logistik dan masa kampanye, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dalam dalam hal pencegahan dan pengawasan harus mengedepankan dalam penegakan hukum pemilu.
“Dalam hal logistik bukan soal pendistribusian tapi tantangan geografis saat ini. Karena penting bekerja sama semua pihak dan juga mitra kita sendiri, KPU, PPK dan PPS dalam menjalankan tugas-tugasnya,”ujar Mardiana Rusli ketika memberikan sambutan apel siaga di lapangan Karebosi Makassar, Rabu (6/12).
Sementara dalam tahapan kampanye kata mantan ketua AJI Makassar yang harus diperhatikan, bagaimana tata cara partai politik (Parpol) melakukan kampanye apakah sudah sesuai aturan atau menyalahi aturan terutama pada media sosial.
“Gelorakan semangat keberanian, kecerdasan dan strategi. Paling penting jangan lupa berserah diri kepada Allah sebagai pemilik semesta ini,” ujarnya.
Dirinya juga menyebutkan dalam menegakan keadilan Pemilu,, seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/kota maupun Pengawas Kecamatan (Panwascam) dalam mengambil keputusan agar tidak ambigu.
“Jangan pernah mundur setapak pun jika itu kebenaran. Berikan keadilan para pencari keadilan, tegakan hukum pemilu,” jelasnya.
Hal sama disampaikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel Zet Tadung Allo yang menyampaikan Pemilu 2024 ini harus berjalan dengan aman, damai, menjaga netralitas, baik penyelenggara, peserta maupun jajaran pemerintah hingga TNI/Polri.
“Pemilu 2024 ini momentum bagaimana menentukan masa depan bangsa kita,” katanya.
Dirinya juga menyebutkan jika bangsa Indonesia saat ini merancang Indonesia emas 2045.
“Jika Pemilu ini gagal maka ini kegagalan bangsa kita menjadi bangsa masyarakat adil dan makmur,”singkatnya. (jun/rif)
