Site icon Berita Kota Makassar

Jaringan Kuat Indosat Bantu Pelaku UMKM Desa Bulu Cindea Menjangkau Pasar Lebih Luas

MAKASSAR, BKM — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus berupaya mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satunya melalui program Desa Digital IM3. Program ini bertujuan mendorong transformasi digital untuk perkembangan dan kemajuan UMKM. Seperti yang dilakukan di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.
Dengan memanfaatkan jaringan kuat Indosat di desa pesisir tersebut, warga dibantu memasarkan produk UMKM-nya ke berbagai penjuru tanah air, bahkan hingga ke seluruh dunia.

Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, menjelaskan, program Desa Digital IM3 berhasil membuat warga desanya, terkhusus para pelaku UMKM melek digital.
”Warga desa dilatih strategi memasarkan produk dengan profesional menggunakan media sosial. Bagaimana membuat konten yang bagus agar konsumen tertarik untuk membeli produk UMKM yang dihasilkan,” ungkap Made Ali saat berbincang dengan BKM.
Dia mengatakan, ada sejumlah produk UMKM unggulan yang dibuat secara home industri di Desa Bulu Cindea. Diantaranya bandeng presto, garam beryodium, bandeng tanpa tulang, bandeng isi (juku isi) hingga baje bandong (wajik).
Sebelum Indosat terjun ke tengah masyarakat melakukan pelatihan, kata Made Ali, pemasaran produk UMKM hanya dilakukan secara konvensional. Seperti dibawa langsung ke pasar untuk dijajakan, atau melalui pesanan-pesanan khusus. Target pasar pun baru sebatas wilayah Kabupaten Pangkep hingga beberapa kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
Dia berharap, melalui intervensi yang dilakukan Indosat, pelaku UMKM bisa memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan teknologi digital.
Saat ini, ada 50 pelaku UMKM yang sementara dilatih oleh Indosat terkait strategi memasarkan produk melalui platform digital.
”Dengan sinyal Indosat yang sangat kuat di desa kami, masyarakat yang sudah dibekali pengetahuan soal strategi pemasaran tentu sudah gampang memasarkan produknya melalui internet,” kata Made Ali.
Tak hanya itu yang dilakukan di Desa Bulu Cinde. Indosat juga mendorong penyelamatan lingkungan di kawasan pesisir desa.
Indosat memberi bantuan penanaman mangrove berbasis teknologi Internet of Things (IoT) di Desa Bulu Cindea yang melibatkan keikutsertaan masyarakat desa setempat.

Made Ali mengatakan, aktivitas penanaman mangrove di kawasan pesisir Buli Cindea kerap dilakukan.
”Namun sayang, belum menghasilkan dampak maksimal. Karena setelah ditanam, ditinggalkan begitu saja,” ungkapnya.
Berbeda dengan apa yang dilakukan Indosat. Sistem penanaman memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan petani untuk memonitor daya tahan hidup mangrove agar bisa meningkatkan survival rate.
Sehingga mangrove tersebut dapat seutuhnya tumbuh dan memberikan dampak baik untuk mencegah erosi, abrasi pantai maupun membantu penyerapan karbon.
Kawasan mangrove di Desa Bulu Cindea seluas 120 hektare. Khusus untuk tempat wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa sekitar 50 hektare.
Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, SVP menerangkan, akses terhadap manfaat digital menjadi hal penting bagi pegiat UMKM di desa, agar komoditas yang mereka hasilkan dapat menjangkau pasar lebih luas.
”Berangkat dari hal itu, kami berinisiatif untuk memberikan berbagai pelatihan melalui program Desa Digital IM3. Diantaranya pelatihan pemanfaatan sosial media, digital marketing, jurnalistik dasar, fotografi & videografi serta IDE Academy, yaitu plaftorm yang dikembangkan Indosat untuk mewadahi UMKM,” jelas Steve.

Dia mengatakan, potensi yang dimiliki Desa Bulu Cindea cukup beragam mulai dari sektor perikanan hingga garam beryodium.
”Produk-produk UMKM itu sangat berpotensi untuk dipasarkan lebih luas. Caranya, dengan menggunakan teknologi digital. Kami merasa terpanggil untuk memberi pelatihan agar masyarakat bisa melek digital untuk dimanfaatkan menjadi cuan,” katanya.
Steve menekankan, Indosat berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi digital di pelosok Nusantara, hingga ke wilayah pedesaan.
Khusus untuk penanaman mangrove, Steve mengatakan pemanfaatan teknologi IoT di Desa Bulu Cindea ini menjadi terobosan baru. Sebelumnya, survival rate mangrove di sini cukup rendah dan menjadi tantangan bagi para petani.
”Kami harapkan dengan pelatihan teknik penanaman, mitigasi kerusakan dan peningkatan kapasitas petani mangrove yang didukung implementasi teknologi IoT dapat memberikan dampak yang maksimal terhadap pertumbuhan mangrove di Desa Bulu Cindea,” tutup Steve. (rhm)

Exit mobile version