MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memfokuskan sektor pertanian untuk menjalankan kedaulatan pangan. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai.
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, harga cabai pada tahun depan diperkirakan akan melonjak, sehingga ditargetkan komoditas cabai dapat membantu menekan inflasi di Sulsel melalui program tanam bibit cabai. Apalagi, kata Bahtiar, Provinsi Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas inflasi cabai melalui program 50 juta bibit pohon cabai, dan secara agresif akan mulai dijalankan pada akhir tahun ini.
“Di tahun depan entah di triwulan pertama atau masuk di triwulan kedua kita bisa deklarasi, Sulsel itu provinsi pertama dalam sejarah sejak Indonesia merdeka bebas inflasi cabai, karena sejak Indonesia merdeka 70an tahun yang lalu belum ada provinsi di Indonesia ini yang bebas inflasi cabai sampai hari ini. Kita diskusikan tiap minggu tidak diselesaikan hulunya,” ujarnya, Rabu (6/12).
Produksi cabai di Sulsel cukup besar terutama yang ada di sejumlah daerah seperti, cabai Katokkong di Toraja, Cabai Solo II di Enrekang, di Kabupaten Wajo, dan beberapa daerah lainnya dengan jumlah lahan cabai yang mencapai ribuan hektar, yang disuplai ke berbagai daerah melalui Badan Ketahanan Pangan Nasional.
Bahtiar mengungkapkan, keinginannya untuk meningkatkan produksi cabai di Sulsel tidak lain untuk membantu menekan inflasi di daerah ini. Menurutnya, dari sisi jumlah, cabai di Sulsel kelebihan, tapi inflasi juga masih cukup tinggi. Itu disebabkan penjualan cabai di pasar tidak berfokus pada pasar industri dan rumah makan saja.
Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memastikan pengendalian inflasi akan sukses jika pemkot dan pemprov saling bersinergi. Baginya, kerja sama yang baik tersebut merupakan modal utama dalam pengendalian inflasi saat ini.
“Insyaallah modal kita adalah kekompakan provinsi dengan kota dan seluruh instansi terkait dan kita selalu men-share informasi, dan semua kekuatan kita satukan untuk mengendalikan inflasi,” ucap Danny.(jun)
