Site icon Berita Kota Makassar

Bundaran BTP Batal Dibangun

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mulai mempersiapkan perencanaan sejumlah program infrastruktur yang akan dilaksanakan tahun 2024 mendatang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Helmy Budiman menjelaskan, ada beberapa pekerjaan infrastruktur yang akan menjadi skala prioritas tahun depan.

Dia menyebutkan, beberapa proyek yang direncanakan dan dilaksanakan tahun ini akan dilanjutkan. Di antaranya rehabilitasi Balai Kota akan dilanjutkan pengerjaannya untuk lantai 5 hingga 11. Selain itu, kelanjutan pembangunan Makassar Goverment Centre (MGC) khusus untuk interior. Termasuk penataan Lapangan Karebosi.
Untuk proyek Macca, juga akan dilanjutkan karena multiyears. Dia berharap proses tendernya bisa rampung tahun ini sehingga fisik bisa dilaksanakan tahun depan.
Selain itu, ada beberapa proyek baru yang akan dilaksanakan. Seperti ducting sharing atau penataan kabel fiber optik ke bawah tanah. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp400 miliar. Rencananya akan dilaksanakan di kawasan Sudirman Loop, seperti Jalan Haji Bau, Penghibur, Pasar Ikan, Arief Rate hingga Jenderal Sudirman.
Pemkot Makassar juga rencananya akan membangun satu lapangan basket yang representatif di kawasan Tamalanrea. Selain itu, akan dibangun lima PAUD di lima kecamatan. “Tahun ini kita sudah bangun dua PAUD. Tahun depan akan kita tambah lima lagi,” ungkap Helmy, Kamis (7/12).
Lebih jauh dia mengatakan, ada satu kegiatan yang sudah direncanakan tahun ini namun tidak memungkinkan untuk diprogramkan kembali. Helmy menyebut program tersebut adalah proyek Bundaran BTP. Dia mengaku rencana untuk merealisasikan proyek tersebut terkendala perizinan dari instansi vertikal. “Jadi tidak diprogramkan karena kita terkendala izin,” kata Helmy.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU, Zuhaelsy Zubir menjelaskan, untuk proyek di lingkup PU ada beberapa kegiatan yang memang akan dilanjutkan. Seperti rehabilitasi Balai Kota dan MGC.
“Untuk rehabilitasi Balai Kota, akan dilanjutkan penataan lantai lima hingga 11. Untuk MGC, lebih ke interiornya,” jelas wanita yang akrab disapa Helsy ini.
Sementara untuk proyek Smart Panyingkulu, juga akan dilanjutkan karena tahun ini hanya dua lokasi yang berhasil dilaksanakan.
Khusus untuk pembangunan bundaran BTP, Helsy mengaku sulit direalisasikan. Pemkot Makassar sudah berusaha untuk melakukan koordinasi lintas sektor untuk mendapat izin pembangunan bundaran di BTP, utamanya terkait lahan.
Hanya saja, hingga sekarang ini, belum ada kesepakatan dari berbagai instansi. Mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN). Padahal Pemkot Makassar sudah dua tahun berturut-turut memprioritaskan program ini. Melalui Dinas Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar di 2023.
Kemudian pada 2022 lalu, Dinas PU juga telah mengalokasikan Rp10 miliar, namun tidak terserap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan, pembangunan bundaran BTP terpaksa dihapuskan pada 2024 mendatang. “(Bundaran) BTP tahun depan belum (dianggarkan) karena susah koordinasi (lintas sektor). Balai Jalan sudah izin tapi banyak lintas sektor yang masih susah,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version