Site icon Berita Kota Makassar

Ratusan Perusahaan di Sulsel, Hanya 15 Aktif di Forum CSR

MAKASSAR, BKM — Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR) Sulsel dibuat untuk membantu pemerintah. Untuk itu, perusahaan yang ada di dalam forum ini akan berkomitmen membantu pemerintah, utamanya pada program prioritas.

Forum CSR terbentuk dengan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dengan begitu, forum ini wajib membantu pemerintah dalam menjalankan programnya.

Saat ini, program prioritas Pemprov Sulsel adalah di sektor pertanian, utamanya budi daya pisang Cavendish. Untuk itu, Forum CSR ini akan membantu membagikan bibit pisang Cavendish pada 24 kabupeten/kota di Sulsel.

Ketua Forum CSR Sulsel Latunreng mengatakan, pihaknya akan membagikan 200 ribu pohon bibit pisang Cavendish ke masyarakat yang membutuhkan, lewat kepala daerah yang dikoordinasikan dengan gubernur.

“Pembagian bibit itu akan dilakukan Desember ini, mungkin minggu depan. Penyaluran bibit ini dipusatkan di duatempat. Untuk daerah Selatan di Takalar, dan bagian Utara lokasinya di Sidrap,” kata Latunreng, Kamis (7/12).

Ditambahkan
Latunreng, perusahaan tidak bisa membantu pemerintah dalam bentuk uang, sehingga forum memutuskan untuk membagikan bibit pisang Cavendish.

“Tidak boleh perusahaan memberikan uang, karena perusahaan akan diaudit,” imbuhnya.

Meski demikian, jika dirupiahkan dari 200 ribu pohon itu nilainya mencapai Rp2,97 miliar. Adapun bantuan itu berasal dari Bank Sulselbar dan Pelindo.

Latunreng mengungkapkan, tahun 2024 mendatang akan lebih memaksimalkan bantuan CSR ke Pemprov. Bukan tak mungkin jika semua perusahaan akan berkontribusi. “Kan ini sudah akhir tahun,” ungkapnya.

Lebih jauh Latunreng menyampaikan, perusahaan tidak hanya fokus pada program pemerintah, perusahaan juga punya program masing-masing. Karena yang berhak dibantu oleh forum, selain pemerintah ada juga program perusahaan itu sendiri dan permintaan masyarakat.

“Jadi kami sudah menyalurkan beberapa bantuan ke Pemprov Sulsel. Mulai dari penyaluran bantuan Peduli Sulbar saat gempa, bantuan anak putus sekolah, bantuan Bandara di Sorowako dan lainnya. Jika ditotal bantuan Forum CSR selama 2022-2023 itu Rp7.332.500.000,” sebutnya.
Latunreng menyampaikan, tidak semua perusahaan yang bergabung itu aktif dalam forum CSR. Dari ribuan perusahaan, cuma sekitar 15 perusahaan yang aktif dalam forum.

“Ke depan kita akan usahakan bersatu semua perusahaan. Karena kalau semua perusahaan bersatu, itu luar biasa. Kalau Bank Sulselbar saja bisa, bagaimana dengan perbankan lainnya. Ini kita hanya perlu komunikasi, kebersamaan dan tujuan kita ketemu itu akan ringan. Pak Gubernur tidak perlu berpikir lagi ini anggarannya kurang atau minus,” sambung Latunreng.

Dari sekitar 500 perusahaan yang dianggap besar di Sulsel, hanya sekitar 15-20 yang aktif di Forum CSR. Latunreng berharap, perusahaan ini mampu bekerja sama dan satu tujuan. Karena dampaknya akan dirasakan masyarakat itu sendiri, dan itu wajib.

“300 sampai 500 perusahaan yang termasuk menengah dan perusahaan besar. Karena ini akibat pandemi banyak juga yang mengalami kerugian. Yang aktif itu kecil sekali jumlahnya,” imbuh Latunreng. (jun)

Exit mobile version