Site icon Berita Kota Makassar

1.000 Peserta Hadiri PILM

ENREKANG, BKM — Perpustakaan Nasional RI menggelar kegiatan peningkatan indeks literasi masyarakat (PILM) untuk kesejahteraan di Lantai IV Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Enrekang, Rabu (13/12). Acara ini dihadiri Anggota DPR-RI Mitra Fakhruddin MB, Pustakawan Ahli Utama Muh Syarif Bando, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI, Dewi Kartikasari, Kajari, mantan Bupati Muslimin Bando, mantan Wakil Bupati Asman, Pj Sekda Andi Sapada, para pimpinan OPD dan para kepala UPT lingkup Dinas Pendidikan & Kebudayaan.

Kegiatan ini dirangkai dengan Launching Buku Biografi Muslimin Bando, dan penyerahan buku karya pustakawan Enrekang. Tercatat sedikitnya 2000 peserta mengikuti acara ini. 350 peserta hadir langsung di lantai 4 Perpustakaan Enrekang, sisanya menyimak secara daring lewat Zoom dan YouTube.
Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Amrullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perpusnas, yang mempercayakan Enrekang menghelat PILM dan kesekian kalinya menggelar kegiatan di Enrekang.
Amrullah menyebutkan, skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Enrekang menyentuh 89,67. Skor ini terbaik keempat di Sulsel. Dia juga berpesan utamanya kepada Kepala sekolah agar memberi porsi lebih pada perpustakaan sekolah, tidak ragu menggunakan anggaran sekolah untuk peningkatan kapastitas perpustakaan.

Sementara Pustakawan Ahli Utama Syarif Bando menyampaikan dukungannya untuk Dispustaka Enrekang yang terus berinisiatif dan berinovasi. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan pemahaman yang mendalam terhadap informasi dan pengetahuan, serta mengimplementasikannya menjadi barang dan jasa.
“Literasi harus mencakup kemampuan kritis, analitis, dan kreatif dalam mengolah informasi. Hal ini penting dalam menghadapi perubahan global dan mendorong inovasi di berbagai sektor,” ungkapnya
Apa yang digalakkan oleh Perpusnas dan Dispustaka Enrekang, sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi, RPJMN 2020-2024, serta bagian dari 9 prioritas Nawacita. Acara dilanjutkan dengan talkshow literasi yang dipandu pustakawan ahli muda Irsan, dan diskusi bersama para hadirin.

Muslimin Bando mengatakan, ia diinterview oleh penulis beberapa kali. Dan hasilnya lugas dan akurat sepanjang 218 halaman. “Saya memang berpesan, tulis buku ini jangan terlalu berat. Harus dapat dibaca dari anak-anak sampai orang dewasa. Semoga bisa jadi inspirasi kita,” kata MB.
Sementara Asman dalam testimoninya, menyebut biografi ini sudah dapat menggambarkan kisah hidup dan kepribadian MB yang sederhana, apa adanya dan selalu memposisikan diri sama dengan siapapun.
Pj Sekkab Andi Sapada menyebut pengabdian MB sebenarnya tak cukup diulas 1 buku. Begitu banyak hal yang telah dilakukan pria berlatarbelakang pendidik ini. Sejak sebelum bupati sampai menuntaskan 10 tahun kepemimpinannya. (her/C)

Exit mobile version