MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menegaskan bila dirinya siap mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) di tempat pemungutan suara (TPS).
Hal itu disampaikan Tamsil Linrung sesuai debat perdana Capres dan Cawapres di Kantor KPU RI Selasa (12/12) malam.
Tamsil didaulat jadi koordinator saksi Timnas Amin di Pilpres 2024 ini.
Mantan aktivis HMI era Orde Baru itu telah membangun relawan untuk mengawal hasil pemungutan suara di TPS ke depan.
“Saya kira kalau teman-teman relawan memperkuat kesaksian sehingga menutup segala peluang kecurangan,” kata Tamsil.
Mantan anggota DPR RI tiga periode itu meyakini Anies-Muhaimin bisa menang satu putaran di Pilpres 2024 ini.
Untuk itu ia menggerakkan relawan mengambil peran mengawasi hasil pemungutan suara di TPS.
“Kemenangan Amin bisa kita peroleh dalam satu putaran. Apalagi masih ada empat debat lagi,” kata Tamsil.
Tamsil mengumpulkan relawan nonton bareng debat Capres perdana.
Ia meyakini elektabilitas pasangan Amin melejit setelah debat Pilpres 2024.
Ia melihat Anies tampil memukau dengan berbagai gagasannya dalam debat.
“Kita yakin elektabilitas Pak Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar semakin melejit setelah debat. Tadi Mas Anies tampil memukau dengan berbagai gagasan dan ide-ide cemerlangnya,” kata Tamsil.
Saat itu, Capres nomor urut 1 Anies menyebut rakyat tidak percaya pada proses demokrasi yang berjalan saat ini.
“Saya rasa lebih dari sekadar Parpol, rakyat tidak percaya kepada proses demokrasi yang terjadi, itu jauh lebih luas dari sekedar partai politik,” ucap Anies .
Ia kemudian menjabarkan, ketika berbicara tentang demokrasi, setidaknya ada tiga hal yang harus terpenuhi.
Pertama adalah adanya kebebasan berbicara, kedua adanya oposisi yang bebas mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah.
“Yang ketiga adanya proses pemilu, proses pilpres, yang netral, transparan, jujur adil,” kata Anies.
“Dan kalau kita saksikan dua ini mengalami problem, kita saksikan bagaimana kebebasan berbicara menurun, termasuk mengkritik partai politik, dan angkanya demokrasi kita menurun indeks demokrasi kita,” tutur Anies.
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 ini juga menyinggung sejumlah pasal karet yang digunakan pemerintah untuk membungkam kritik.
Ia juga menilai saat ini posisi oposisi sangat minim.
“Dan sekarang ujiannya adalah besok bisakah pemilu diselenggarakan dengan netralitas, dengan adil dengan jujur, ini ujian ketiga. Jadi persoalan demokrasi kita lebih luas dengan segala persoalan parpol,”tandasnya.
