Site icon Berita Kota Makassar

Anggota Komisi 3 Apresiasi Polisi

MARAOS, BKM — Keberhasilan polisi menangkap pelaku pembunuhan ayah dan anak beberapa hari lalu, diapresiasi anggota Komisi 3 DPRD Maros, Amril.
Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasiolal (PAN) sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian resort (Polres) Maros dan Resmob Polda Sulsel yang berhasil mengungkap dan menangkap cepat pelaku pembunuhan pengusaha Roti Maros, Makmur (53) dan anaknya Abdillah (27).

”Mewakili teman-teman di Komisi 3 DPRD Maros dan juga mewakili masyarakat Maros, kami menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian, berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap korban ayah dan anak di Maccopa,” kata Amril, kepada BKM, Jumat (15/12).
Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) Maros ini, mengatakan, peristiwa pembunuhan sadis terhadap ayah dan anak di Lingkungan Sangalea, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, pada Rabu (6/12), membuat situasi warga, terutama di Lingkungan Sangalea, Maccopa, sangat mencekam.
”Hanya berselang dua hari setelah peristiwa itu, Polres Maros (didukung Polda Sulsel), berhasil menangkap pelaku Andy alias Black, buruh toko meubel yang tinggal di belakang rumah korban,” katanya.
Sebelum pelaku ditangkap, sempat banyak spekulasi yang bikin warga salin bertanya-tanya. Apalagi sudah banyak kabar di sosial media yang kurang jelas.
Ditambahkan Amril,

”Dengan ditangkapnya pelaku hingga kami dan warga sudah dapat mengetahui motif pelaku melakukan tindakan sadis yang merenggut nyawa korban. Kami paham, tidak mudah mengungkap kasus pembunuhan berencana seperti kasus di Maccopa itu. Kami berharap, pelaku bisa diganjar hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ujar Amril.
Dijelaskan Amril, hasil press conference Polres Maros terkait peristiwa pembunuhan ayah dan anak oleh Wakil Kepala Polres Maros, Kompol Andi Alamsyah, menyampaikan, motif pembunuhan ayah dan anak itu berawal dari sakit hati.
Pelaku Andy alias Black, ujar Alamsyah, merasa sakit hati kepada korban karena sering dipelototi dan dihina. ”Pelaku mengaku kerap dihina kedua korban saat bertemu di area rumah korban yang berdekatan dengan tempat kerja korban sebagai buruh. (ari/c)

Exit mobile version