MAKASSAR, BKM–Seperti tahun-tahun sebelumnya jumlah penumpang angkutan laut diprediksi meningkat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).Diperkirakan, jumlah penumpang bisa mengalami peningkatan hingga 20 persen lebih.
Namun, seiring meningkatnya orang yang akan bepergian jelang Nataru yang bertepatan dengan libur anak sekolah, kasus Covid juga mengalami peningkatan karena disebabkan karena adanya varian Omicron yaitu XBB 1.5 dan subvarian baru EG.2 dan EG.5. Per Selasa, 19 Desember 2023, covid-19 di Indonesia mencapai 2.538 kasus.
Meski kasus kembali meningkat, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 4 hingga kini belum menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Seperti saat Covid-19 diterapkan sebagai pandemi.
“Sampai saat ini belum dapat instruksi. Kami menunggu dari pemerintah apa bila akan diterapkan,” kata Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis kepada wartawan di Goodfields, Makassar, Rabu (20/12).
Kalau pun ada instruksi, Enriany mengaku pihaknya siap menerapkan Prokes. Apalagi pihaknya telah punya pengalaman dalam penerapan itu.
“Jika diminta kami akan terapkan. Karena sebelumnya sudah pernah. Selama belum pernah kami tidak akan menerapkan,” terangnya.
“Kalau ada kita akan koordinasikan, terutama dengan kantor kesehatan pelabuhan,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta kepada masyarakat Kota Makassar untuk tidak panik atas kembalinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Danny Pomanto, sapaan akrabnya, mengaku telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk melakukan monitoring terhadap Covid-19 di Kota Makassar. Sebab, berdasarkan laporan yang didapatnya telah ada dua masyarakat Kota Makassar yang terdeteksi Covid-19.
“Kami sudah monitoring, saya sudah mendapat laporan dr Ari bahwa kemarin dan kadis kesehatan sementara saya perintahkan untuk segera monitoring, sementara itu baru dua yang terdeteksi,” jelas Danny.
Meski begitu, Danny menyebut Covid-19 yang saat ini terdeteksi saat ini tidak berbahaya bagi orang dewasa. Sebab, memiliki gejala seperti flu biasa. Akan tetapi, cukup berbahaya bagi anak-anak.
“Jenis Covid ini seluruh masyarakat tidak usah panik, terutama yang terdeteksi di Singapura dan di Jakarta itu seperti flu biasa. Walaupun berbahaya bagi anak anak kecil yang masuk di pheunemonia, itu bukan menyerang pernafasan atas tapi pernafasan bawah,” ucap Danny.
Meski begitu, Danny tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memakai masker bagi yang sedang sakit. Hal itu sebagai upaya mitigasi.
“Pakai masker jika dalam keadaan yang kurang sehat itu harus di imbau,” terang Danny. (rhm)
