WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud membuka seminar pengusulan pahlawan nasional AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai Pahlawan Nasional RI di Sulsel di Hotel Sermani, Sengkang Senin (25/12). Seminar dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ponpes As’Adiyah, AG Prof KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PP Ponpes As’Adiyah, Gurutta Dr. KH. Muhyiddin Tahir serta undangan lainnya.
Sementara narasumber adalah, Prof Andi Kadir Ahmad, Dr KH Zainuddin Hamka, Dr Andi Irawan Bintang, Dr Suriadi Andi Mappangara dan Dr Rasyid Ridha.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus pusat Ponpes As’adiyah yang mengusulkan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai pahlawan nasional.
“Kami dari Pemkab mendukung penuh hal tersebut, karena harapan untuk menjadikan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai pahlawan nasional sudah lama dirintis,” ujarnya.
Amran mengungkapkan kalau dirinya sudah memberikan tugas kepada Kepala Dinas Sosial P2KBP3A Kabupaten Wajo untuk mengawal dari awal sejak AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy direkomebdasikan pada Muktamar beberapa waktu lalu untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.
“Kami siap mengawal persyaratan yang dibutuhkan di Pemkab untuk memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Amran
Amran mengharapkan Dinas Sosial P2KBP3A Kabupaten Wajo terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemprov Sulsel dalam rangka menyaiapkan persyaratan secara matang.
”Kita ingin betul-betul akselerasi semua pihak terkait sehingga apa yang menjadi persyaratan, baik yang khusus maupun umum bisa dilengkapi semua,” harapnya.
Dia menyarankan agar untuk membentuk tim khusus dengan melibatkan semua stakeholder termasuk di dalam Pemkab dalam hal penyiapan dokumen yang dibutuhkan sesuai persyaratan.
“AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy adalah tokoh bangsa yang harus diperjuangkan, pasalnya beliau juga punya andil besar dalam perjuangan Kemerdekaan RI,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Umum PP Ponpes As’Adiyah, AG Prof KH Nazaruddin Umar menyebut pengusulan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai tokoh pahlawan nasional, tetunya ada pertimbangan-pertimbangan nasionalisme.
Dalam konteks kehidupan politik saat ini jangan hanya tonjolkan AG. K.H. Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai tokoh keagamaan, tetapi kita juga harus menampilkan kalau beliau juga sosok yang patriotisme. Prof Nasar memaparkan sejarah perjuangan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy.
Sebelumnya, Tim Kerja, Dr Ahmad Muktamar melaporkan berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan. Seperti menggelar FGD, diskusi terbatas, pengumpulan berbagai macam dokumen terkait dengan perjauangan AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy.
“Hal itu terus kita lakukan untuk memenuhi persyaratan administraif berdasarkan ketentuan UU. Seminar yang dilaksanakan hari ini merupakan salah-satu persyarratan administratifnya,” tuturnya.
Ahmad Muktamar menegaskan kalau AG KH Muhammad As’ad Al-Bugisy adalah toko besar. “Beliau adalah simpul jaringan ulama paling berpengaruh pada abad ke 20 khususnya, di Sulawesi dan Indonesia Timur,” pungkasnya. (ono/C)

