GOWA, BKM — Lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih predikat terbaik kategori keterbukaan informasi publik. Bahkan, untuk 2023 ini, Pemkab Gowa berhasil meraih predikat ‘Menuju Informatif’ 2023 untuk tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Anugerah tersebut diterima Pj Sekretaris Kabupaten (Sekab) Gowa, Abd Karim Dania yang diserahkan langsung Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, pada Rabu (20/12), di aula Tudang Sipulung Rujab gubernur Sulsel.
Karim mengatakan, predikat Menuju Informatif ini sangat luar biasa bagi Kabupaten Gowa, mengingat di tahun 2021 Gowa sempat meraih predikat Cukup Informatif, kemudian di tahun 2022 predikat tersebut turun menjadi Tidak Informatif.
Di tahun 2023 ini, Pemkab Gowa membuktikan keterbukaan informasi publik di Gowa mampu meraih predikat Menuju Informatif.
”Alhamdulillah, ini luar biasa. Itu artinya, Pemkab Gowa terus menerus bekerja memberikan perubahan pada setiap jenjang dan kemudian kita capai predikat Menuju Informatif ini. Dengan predikat ini, Gowa selangkah lagi akan meraih predikat ‘Informatif’,” terang Karim.
Agar Gowa bisa meraih predikat Informatif itu, maka Karim pun meminta tahun depan semua perangkat dan seluruh yang terlibat dalam keterbukaan informasi publik, khususnya Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa mampu membina dan mempersiapkan data-data yang dibutuhkan untuk bisa meraih predikat tertinggi yakni senagai daerah Informatif.
Dalam acara malam anugerah itu, Pemkab Gowa juga meraih penghargaan Kategori Badan Publik Desa pada Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu dengan predikat Informatif dengan nilai 93,17.
”Untuk Desa Pakatto, Alhamdulillah meraih predikat Informatif. Tapi ini sudah merupakan lonjakan cukup luar biasa. Intinya, ini sudah mencapai Informatif. Artinya, mempertahankan itu lebih susah dari pada meraih. Jadi sekali lagi itu harus dipertahankan dan tetap menjadi informatif bahkan ke depan harus lebih baik lagi,” kata Pj Sekkab Gowa.
Sementara itu, Kepala Desa Pakatto, Basir, mengatakan, penghargaan yang diraih desanya tidak lepas dari kerja sama yang baik antara semua stakeholder yang ada di Desa Pakkatto.
”Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh staf, masyarakat dan juga Pemerintah Kabupaten Gowa yang tidak lelah bekerjasama dan berkolaborasi sehingga seluruh indikator itu bisa tercapai. Ke depan kami akan terus membuat inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan kami. Kemudian setiap Senin juga kami lakukan coffee morning bersama staf desa serta perangkat desa membahas apa saja yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan pada minggu berikutnya, sehingga semua kinerja bisa berjalan dengan baik,” tutur Basir.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengapresiasi kepada seluruh pelayan publik dan pemerintah daerah yang telah berhasil meraih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik.
Bahtiar berharap, ke depan Komisi Informasi Provinsi Sulsel tidak hanya mengumumkan kabupaten kota dengan kategori keterbukaan informasi publik yang cukup, menuju informatif dan informatif, tapi juga yang nilainya rendah atau tidak informatif.
”Karena ini bagian dari perbaikan tata kelola pemerintahan. Khususnya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan inklusif sehingga ke depan saya minta bukan hanya lima atau sepuluh terbaik, lima atau sepuluh terburuk juga ditulis. Umumkan saja yang buruk-buruk biar kita punya pembanding supaya yang terburuk ini bisa evaluasi diri,” tandas Bahtiar. (sar)

