Site icon Berita Kota Makassar

DLH Cabut Paku APK Caleg Hingga 105 Kilo

MAKASSAR, BKM–Sebanyak kurang lebih 105 kilo paku yang ditemukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di pohon.
105 kilo itu dipadatkan dari hasil pencabutan selama kurang lebih 2 bulan, dan setiap pencopotan DLH mendapat 5 kilo paku, dan pihaknya seminggu sebanyak 3 kali melakukan pencopotan.

“Rata-rata setiap operasi 2 hingga 5 kilo. Jadi kalau misalnya dalam satu Minggu 3x kali lah. Kalau 3 kali berarti 15 kilo dalam seminggu,” kata Plt Kepala DLH Makassar, Ferdi, Selasa (26/12).
“Tim saya hampir kurang lebih 2 bulan ini sudah bekerja dengan maksimal untuk melakukan pencabutan di ruas jalan yang dianggap parah dan merusak pertumbuhan pohon,” lanjutnya.

Ferdi juga mengemukakan bila dalam satu pohon bukan hanya 2 hingga 3 paku yang tertancap. Tapi sekitar 15 paku yang tertancap.
“Bukan main, kalau satu pohon itu sekitar 4 alat peraga dan rata-rata 1 alat peraga dua atau tiga paku. Jadi satu pohon bisa sampai 15 paku yang tertancap. Kami senantiasa mengatur jadwal lagi untuk melakukan pencopotan tanpa henti,” ujarnya.
Dampaknya urai Ferdi, menyebabkan pohon yang besar menjadi tidak lagi sehat.
“Banyak pohon yang batangnya besar, perlahan-lahan habis daunnya itu dampak dari orang menggunakan paku ke pohon,” tukasnya.
Pada beberapa lokasi, di Jalan Hertasning, Antang dan wilayah Makassar lainnya masih terdapat APK yang terpasang di pohon. Padahal khususnya di Jalan Hertasning baru saja dicopot APK yang dipasang itu. (jun/rif)

Exit mobile version