BARRU, BKM — Tiga dari lima tersangka pelaku pencurian dompeng berjalan terpincang-pincang saat dihadirkan dalam press release akhir tahun 2023 di Mapolres Barru, Sabtu (30/12). Betis ketiga terduga pelaku itu dibalut perban setelah menerima timah panas sebagai hadiah akhir tahun dari polisi karena ulahnya mencuri traktor milik warga diberbagai tempat di Kabupaten Barru.
Ketiga tersangka terpaksa ditembak dibagian betis karena berusaha kabur saat akan dilakukan proses penangkapan oleh Tim Buser Reskrim Polres Barru. Komplotan pelaku pencurian dompeng selama 2023 ini, sudah beraksi di 17 titik di Barru. Semua hasil curian dijual ke salah seorang penadah di Kabupaten Pinrang.
Modus pencurian traktor oleh para pelaku tidak selalu dilakukan secara berlima. Terkadang dari kelompok ini melakukan bersama tiga orang atau lebih. Bahkan biasanya mereka kompak beraksi mencuri dengan membagi diri. Pasca penangkapan, Reskrim Polres Barru berhasil menyita 17 unit traktor dan satu unit mobil Toyota Avanza.
Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto saat memimpin press release akhir tahun mengakui pihanya sudah membongkar aksi pencurian traktor di 17 titik dengan barang bukti sebanyak 17 unit traktor dan satu mobil rental jenis Toyota Avanza.
“Diantara lima pelaku yang sudah diamankan. Ada tiga orang tersangka ditembak bagian kakinya karena saat berusaha diamankan pihak petugas. Ketiga tersangka ini berusaha kabur sehingga kita lakukan tindakan terukur,” ujar Dodik.
Dia bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu intens memberikan laporan ke aparat kami kalau ada warga yang merasa resah karena traktor miliknya raib dibawah kabur pencuri.
“Dengan penangkapan kelima pelaku pencurian traktor atau dompeng ini, sekaligus menjadi penawar keresahan warga selama ini karena adanya ulah pencurian dompeng,” jelasnya.
Dodik juga membeberkan jika masih memburu satu DPO dari pelaku pencurian traktor ini. Mereka ini sebenarnya berjumlah enam orang. Tetapi satu pelaku berhasil meloloskan diri.
“Pelaku yang kabur saya minta menyerahkan diri sebelum aparat kami melakukan tindakan tegas dan apabila masih kabur kita akan terus melakukan pengejaran dan jika tetap berusaha kabur atau melawan petugas, maka bisa saja menjadi pelaku yang akan diberikan hadiah timah panas,” pungkasnya. (udi/C)
