MAKASSAR, BKM–Pengurus Yayasan Masjid Nurul Jihad Mamajang Makassar menggelar diskusi akhir tahun 2023 serta dirangkaikan dengan agenda pertanggung jawaban pekerjaan yang telah lewat dan menetapkan program kerja di 2024.
Ketua Umum Yayasan, Prof Dr H Heri Tahir menyatakan, kita menyadari bahwa pembangunan memerlukan pengetahuan dan teknologi, kemahiran manejerial dan keahlian profesional serta memiliki wawasan dan pandangan yang luas ke masa depan.
Untuk menghadirkan hal itu, maka harus beralih dari pola lama ke program strategi yang mengarah ke ekonomi sosial berorientasi kewirausahaan. Desain itu sejalan dengan kehidupan perekonomian masyarakat untuk semakin berjalan dan berkembang.
Dengan demikian lanjut Heri Tahir, hasil diskusi disepakati memilih dan menetapkan mana yang harus lebih didahulukan dan mana yang baru untuk dilakukan.
“Kita memilih mana kegiatan yang sangat penting dilakukan seperti bobot yang besar dan mana kegiatan yang seperlunya saja. Seperti pembangunan dua unit menara masjid yang memanfaatkan dana sekitar satu miliar rupiah, telah rampung satu unit pada 2023. Tak terkecuali fokus perhatian kita pada bulan suci Ramadan 1445 H Maret mendatang.
Narasumber diskusi (30/12) di Masjid Nurul Jihad ini antara lain, Dr Azis Nojeng, A Hafid Jampa MSi, Ir Akbar, H Jufri Aburaerah serta Zain Syam, A Rosadi Cahyadi.(zai/war)
