Site icon Berita Kota Makassar

Intensitas Hujan Meningkat, Danny Instruksikan Siaga

MAKASSAR, BKM– Intensitas curah hujan dalam beberapa hari ini semakin tinggi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sudah menginstruksikan seluruh camat dan stakeholder terkait untuk melakukan monitoring ke wilayah-wilayah rawan banjir.

“Saya minta semua camat, khususnya yang wilayahnya rawan banjir untuk terus monitoring. Semua stand by untuk melakukan prosedur penanganan jika terjadi banjir,” ungkap Danny saat ditemui di kantor Wali Kota Makassar, Selasa (9/1).
Dia mengatakan, berdasarkan hasil prakiraan cuaca, intensitas hujan akan mengalami peningkatan hingga Jumat mendatang.
Potensi hujan lebat, kata orang nomor satu Makassar itu dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan air.
Hal yang paling krusial untuk diperhatikan saat curah hujan tinggi dan terjadinya banjir, kata Danny, adalah Jagai Anakta.
Selain itu, waspadai sambungan arus listrik yang bisa memicu terjadinya korslet.

Tak lupa juga dia mengingatkan agar warga senantiasa mempersiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut berisi barang pokok rumah tangga yang dipersiapkan sebelum bencana terjadi dan dibutuhkan dalam keadaan darurat.
Barang yang wajib ada dalam tas siaga bencana seperti pakaian, dokumen penting, senter, makanan, dan minuman, kotak P3K, dan uang tunai.
Sejauh ini, kata Danny, Pemkot Makassar sudah berupaya melakukan upaya meminimalisir potensi banjir di daerah-daerah rawan.
Salah satunya dengan melakukan normalisasi aliran air di saluran air. Seperti pengerukan drainase atau daerah aliran air yang terhambat oleh sedimentasi.

“Upaya yang dilakukan di daerah rawan banjir seperti Manggala dan Paccerakang adalah memaksimalkan aliran air. Ada yang kita perbaiki, digali sedimentasinya supaya kapasitas daya tampung air bisa maksimal, dan lainnya,” jelas Danny.
Namun yang menjadi kendala sejauh ini adalah penanganan sungai dan aliran air maupun kanal utama bukan merupakan kewenangan Pemkot Makassar.
“Persoalannya kita tidak ada otoritas untuk menggali atau menormalisasi saluran air utama. Itu kewenangan balai besar. Tapi tetap kita turun membantu kalau kondisinya darurat dan butuh penanganan,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version