BELOPA, BKM — Personel Sat Lantas Polres Luwu mengunjungi santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Istiqamah yang kini belajar di Ponpes Tahfidzul Qur’an Riyadhussolihin Desa Murante Kabupaten Suli guna memberikan trauma healing, Selasa (9/1).
Kegiatan tersebut dikemas dengan fun games antara personel Polres Luwu bersama para santri dan santriwati untuk mengobati trauma dan membangkitkan kembali kegembiraan mereka pascakejadian yang mereka alami.
Diketahui para santri santriwati Darul Istiqamah yang berjumlah sekitar 90 orang kini harus pindah dan melanjutkan proses belajar mengajarnya di Ponpes Tahfidzul Qu’ran Riyadhussolihin Suli.
Sebagai bentuk rasa empati, Kapolres Luwu AKBP Arisandi menginstruksikan personel Sat Lantas Polres Luwu yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Mahrus Ibrahim untuk melaksanakan patroli bakti sosial sekaligus silaturahmi guna memberikan trauma healing kepada para santri dan santriwati Ponpes Darul Istiqamah.
“Kami ingin mereka bisa kembali fokus dalam menuntut ilmu dan tidak terbebani lagi atas kejadian-kejadian yang sebelumnya mereka alami,” ujar AKP Mahrus.
Kapolres Luwu AKBP Arisandi menyampaikan pihaknya melakukan pendampingan psikologis terhadap para santri anak didik agar tidak menimbulkan dampak traumatis yang berkepanjangan.
”Kami berharap agar para santri anak didik ini mendapatkan hak tumbuh kembang mereka sebagaimana layaknya anak-anak lain pada umumnya, seperti hak untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan tidak terganggu oleh hal-hal lain seperti konflik orang dewasa yang belum tentu mereka pahami. Kita semua bertanggung jawab untuk menjamin pemenuhan hak anak didik tersebut,”tegas Arisandi.
Diketahui pada Rabu (13/12) tahun lalu, Ponpes Darul Istiqomah Cilallang Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu didatangi sejumlah orang yang melakukan pengrusakan dan percobaan pembakaran. Para santri yang saat itu belajar terlihat histeris dan ketakutan. Hal ini diduga dilatarbelakangi oleh konflik lahan dan kepengurusan yayasan dengan pihak ahli waris. Beberapa orang yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini pun ditangkap oleh Polres Luwu guna proses penyidikan lebih lanjut. (rls)

