pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Prof Sukri: Prabowo Sibuk Menangkis Serangan Lawan

MAKASSAR, BKM–Tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden telah mengikuti debat putaran ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Sukri Tamma menyatakan bahwa debat ketiga bukanlah performa terbaik bagi Capres Prabowo Subianto.
Sedangkan, Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo cukup mampu menguasai jalannya debat.
Hal ini dinilai mengejutkan publik yang sebelumnya yakin bahwa Prabowo telah hatam tentang tema debat yang diangkat.
Tema yang diangkat dalam debat ketiga, yakni pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi dan geopolitik.
Prof Sukri Tamma berpendapat, Capres nomor urut 2 itu tidak mampu tampil optimal dan memberikan jawaban yang memuaskan pada sejumlah pertanyaan kunci.

“Secara objektif, saya harus bilang bahwa debat kali ini memang bukan malamnya Pak Prabowo. Padahal, publik sebelumnya yakin bahwa Prabowo sudah khatam tentang tema debat,” kata Prof Sukri Tamma, Selasa (9/1).
“Seperti yang disampaikan TKN (Tim Kampanye Nasional) bahwa isu ini adalah isunya Pak Prabowo, makanan sehari-harinya karena kan beliau adalah Menteri Pertahanan (Menhan). Tentu juga publik banyak yang sangat yakin Prabowo bakal menguasai panggung debat,” lanjutnya.
Ada ketidakmaksimalan dalam menjawab, dan hal ini bisa berpengaruh pada pandangan publik.
Banyak publik sebelumnya yakin bahwa Prabowo telah menguasai sepenuhnya tema-tema yang dibahas dalam debat capres. Namun, penilaian objektif dari Prof Sukri Tamma memberikan perspektif yang berbeda.
“Namun justru sebaliknya, Prabowo tidak tampil kuasai panggung debat. Apa yang kemari malam kita saksikan adalah mungkin kebanyakan pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilayangkan oleh paslon lain kepada Prabowo, tidak dalam kerangka teknis,” ujarnya.
Dia melanjutkan, kalau misalkan pertanyaan kerangka-kerangka teknis, misalnya berbicara ukuran senjata, besar kapal, ukuran kapal, besaran pesawat, dan seterusnya, Prabowo sangat mengetahui itu.

Apalagi Prabowo Subianto adalah Menhan yang juga tokoh berlatar militer, sehingga bisa dikatakan paham betul.
Kendati demikian, penampilan kandidat dalam debat, bukan hanya bicara ukuran senjata atau jumlah senjata dan seterusnya.
Namun, publik lebih menantikan soal bagaimana kebijakan, strategi apa yang akan diambil ketika terpilih sebagai presiden.
“Dan tentu bagaimana sikap yang diambil para pemimpin nantinya ketika terpilih,” paparnya.
Sebagai pengamat, Prof Sukri mencoba melihat secara obyektif tanpa memihak. Ini bukan bermaksud merendahkan, tapi sebagai catatan penting untuk penyempurnaan strategi ke depannya.
Penilaian ini menciptakan dinamika baru dalam perjalanan kampanye capres. Di mana kinerja dalam debat menjadi faktor krusial dalam meraih dukungan publik.

Sukri Tamma mengungkapkan, Prabowo seakan kehilangan momentum untuk menjelaskan secara mendalam rencana-rencana kebijakannya. Ini menjadi catatan penting dalam menilai performa seorang calon presiden.
“Selanjutnya, sebenarnya masyarakat berharap tentu mengantisipasi apa yang akan dilakukan para calon presiden ketika mereka nantinya menjabat dengan isu-isu ini,” katanya.
Sementara, Prabowo yang kini menjabat sebagai Menhan, dalam debat tidak terlihat memberikan gambaran, sebab, Prabowo dinilai terlalu sibuk menangkis serangan dan menyerang balik ke kandidat lain.
“Soal siapa paling menonjol dalam debat, sebenarnya ketiga kandidat punya visi, tetapi yang bisa menunjukkan visinya itu kandidat 1 dan 3,” kata Prof Sukri.
“Sedangkan Prabowo saya melihat tadi malam sangat direpotkan dalam tanda petik sibuk menangkis serangan lawan dan menyerang balik,” tambahnya. (jun/rif)



×


Prof Sukri: Prabowo Sibuk Menangkis Serangan Lawan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link