MAKASSAR, BKM — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mengukuhkan tiga guru besar. Pengukuhan dilaksanakan pada Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Profesor Bidang Ilmu Manajemen Operasional (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Bidang Ilmu Gizi Daur Hidup (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan Bidang Ilmu Tumor Bedah Kulit (Fakultas Kedokeran), di Ruang Senat Akademik Lantai Dua Gedung Rektorat Unhas, Rabu (10/1).
Proses pengukuhan dihadiri Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa,M.Sc. Adapun Tiga profesor baru yang dikukuhkan masing-masing Prof. Dr. Muhammad Yunus, S.E.,M.I., CPM. Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Operasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-498
2. Prof. Dr. dr. Citrakesumasari,M.Kes.,Sp.Gk. Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Daur Hidup, Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 499
3. Prof. Dr. dr. Khairuddin Djawad , Sp.KK(I). Guru Besar Bidang Ilmu Tumor Bedah Kulit, Fakultas Kedokeran, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-500.
Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof JJ menyampaikan ucapan selamat kepada ketiga profesor yang baru saja dikukuhkan. Proses pengukuhan ini dianggap sebagai bagian penting dan sumber kebanggaan bagi Unhas.
“Gelar profesor tidak hanya sebuah penghargaan, tetapi juga merupakan bentuk berbagi pengalaman dan ilmu yang akan memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan akademis Unhas,” jelas Prof JJ.
Sebelumnya, masing-masing guru besar menyampaikan pidato penerimaan yang membahas judul penelitian dari bidang keahliannya.
Prof. Dr. Muhammad Yunus, S.E., M.I., CPM.
menyampaikan pidato pengukuhannya berjudul
“Praktik Green Supply Chain Management Berkelanjutan: Peran Orientasi Organisasi strategi Dalam Menciptakan Daya Saing Dan Kinerja Bisnis Unggul”.
Dijelaskan bahwa topik pidato pengukuhannya ini adalah sebagai bagian dari buah pemikiran yang merupakan kristalisasi dari hasil riset dan telaah pustaka yang telah dilakukan berkaitan dengan pendekatan implementasi green supply chain management yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan kinerja dan daya saing organisasi bisnis yang unggul.
Efek ekor dari adanya tuntutan konsumen akan produk “hijau” dan meningkatkan kesadaran mereka akan lingkungan yang “hijau” pula, memaksa perushaan manufaktur, baik perusahaan yang berskala lokal, nasional, maupun global, merevisi strategi dan sistem pengelolaan rantai pasok konvensional mereka dengan mengadopsi Manajemen Rantai Pasok Hijau (MRPH).
“Implementasi MRPH bagi perusahaan adalah suatu keniscayaan dalam rangka mewujudkan kinerja dan daya saing perusahaan yang unggul,” ujar Prof. Yunus.
Prof. Dr. dr. Citrakesumasari, M. Kes.,Sp. Gk
menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Kadar Komponen Anti Kanker dari Human Alpha-Lactalbumin Made Lethal to Tumor Cells (Hamlet) pada Air Susu Ibu (ASI)”.
Sebagai pengantar, dijelaskan tentang pentinganya ASI yang mengandung zat gisi, zat kekebalan tubuh, mencegah kematian karen NEC, efek prebiotik, efek anti-adhesif, memperbaiki mikrobioma usus dan sebagai antikanker. Karena itu dibutuhkan upaya optimal untuk meningkatkan cakupan ASI ekslusif maupun pemberian ASI sampai dua tahun.
“Kadar komponen anti kanker dari Human Alpha Lactalbumin Made Lethal to Tumor Cells (HAMLET) pada ASI yaitu, Oleic Acid (OA) kadarnya masih rendah dibandingkan penelitian yang telah ada. Demikian pula dengan kadar Alfa Lactalbumin (aLA),” jelas Prof. Citrakesumasari.
Dengan demikian, dijelaskan bahwa untuk meningkatkan komponen anti kanker OA pada ASI ibu menyusui hendaknya ditambahkan Extra Virgin Oiv Oil (EVOO) ke dalam menu gizi ibu menyusui.
Sementara Prof. Dr. dr. Khairuddin Djawad ,Sp.KK(I), pada hasil penelitiannya yang berjudul
“Penggunaan Bahan Alami Sebagai Pelindung Pencegah Kanker Kulit Tinjauan Molekul dan Klinis”, menyampaikan bahwa kurkumin dan ekstra kulit buah manggis memiliki efek proteksi terhadap inflamasi dan kanker kulit, baik diiinduksi oleh ultraviolet maupun agen kimia pemicu kanker (DMBA) pada mencit.
“Bahan alami ini sudah digunakan secara luas di masyarakat. Namun untuk penggunaan dengan tujuan preventif masih kurang mendapatkan tempat dalam industri kosmetik”, jelas Prof. Khairuddin.
Lebih lanjut, dalam saran yang disampaikan, disebutkan bahwa penggunaan kurkumin atau ekstrak kulit buah manggis dapat menjadi alternatif yang efektif selain menggunakan pelindung kulit seperti topi, payung, atau tabir surya saat melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini bertujuan untuk melindungi kulit dari efek akut dan kronik yang disebabkan oleh paparan sinar matahari atau agen kimiawi yang bersifat karsinogenik.
(*/rus)

