MAKASSAR, BKM — Pertumbuhan konsumen FMCG di E-commerce terus tumbuh positif dari tahun 2012 sampai 2022. Pada tahun 2012 terdapat 23,1 juta konsumen, hingga 2022 mencapai 70,5 juta konsumen.
Tren positif ini terus dilanjutkan sektor FMCG di E-commerce pada tahun 2023. Melalui perilisan FMCG Report 2023 free version di laman Compas.co.id, mengungkapkan, total nilai penjualan di tahun 2023 mencapai Rp57,6 triliun.
”Melalui metode crawling yang merekam seluruh transaksi di e-commerce secara near real-time Compas.co.id menemukan bahwa nilai penjualan meningkat tipis 1,03 persen atau meningkat Rp576 miliar dibanding tahun lalu yang mencapai Rp57,02 triliun. Jumlah transaksi juga turut meningkat, mencapai1,56 juta transaksi meningkat 2,75 persen atau bertambah sekitar 42 juta transaksi dibanding tahun lalu,” ungkap Hanindia Narendrata selaku Co-Founder & CEO Compas.co.id.
Membedah lebih dalam FMCG Report Compas.co.id, sektor FMCG menghasilkan nilai penjualan terbesarnya pada kuartal 4 yang mencapai Rp16,2 triliun, kemudian diikuti nilai penjualan di kuartal 1 sebesar Rp14,8 triliun, kuartal 2 Rp13,5 triliun, dan kuartal 3 yang menghasilkan Rp13 triliun.
Tidak hanya memilah berdasarkan perspektif makro, pada Compas.co.id FMCG free version ini membedah informasi lebih dalam. Misalnya kontribusi tiap kategori dari nilai penjualan Rp57,6 triliun. Dimana, kategori perawatan dan kecantikan memiliki sumbangsih terbesar, yakni 49 persen atau senilai Rp28,2
triliun, disusul makanan dan minuman dengan 20,4 persen atau Rp11,8 triliun, kesehatan 18,7 persen atau senilai Rp10,7 triliun, dan terakhir kategori ibu dan bayi dengan 11,9 persen atau senilai Rp6,8 triliun.
”Pembahasan 4 kategori FMCG di tahun 2023 ini cukup menarik, karena ada beberapa yang tumbuh cukup signifikan, dan ada beberapa penurunan. Pada kategori kecantikan dan perawatan naik 16 persen atau meningkat Rp3,8 triliun dibandingkan tahun lalu dan pada kategori makanan dan minuman naik 9 persen atau meningkat Rp932 juta dibandingkan tahun lalu. Selanjutnya semakin menarik, sebab kenaikan pada kategori kecantikan dan perawatan ditopang produk parfum yang nilai penjualannya mencapai Rp2,6 triliun atau meningkat 9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan pada kategori makanan dan minuman, makanan beku menjadi produk yang paling diminati dengan nilai penjualan mencapai Rp1,1 triliun atau meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya,” terang Narendrata.
Lebih lanjut Drata menjelaskan, fenomena ini berpotensi sebagai dampak dari beberapa hal yang terjadi di tahun 2022 maupun 2023. Seperti pertumbuhan parfum yang cukup meningkat di tahun 2023, ditengarai munculnya brand-brand lokal yang mampu bersaing dengan brand global.
Sementara di kategori makanan dan minuman pertumbuhan dari frozen food diperkirakan adalah dampak dari perubahan perilaku konsumen saat pandemi, yang menyimpan sejumlah makanan dalam cold storage dalam satu kali transaksi, dan dapat dikonsumsi di kemudian hari.
Tampaknya hal ini masih menjadi tren meski Indonesia sudah resmi memasuki masa endemik di pertengahan tahun 2023 lalu. Kebiasaan baru yang terbentuk, ditambah kepraktisan yang ditawarkan menjadi value yang bermanfaat bagi
masyarakat Indonesia.
Pada kategori Moms & Baby mengalami penurunan 2 persen atau senilai Rp81 juta dibanding tahun lalu. Dimana, fenomena boikot produk memberikan dampak yang cukup signifikan. Penurunan yang lebih signifikan terasa di kategori kesehatan, menurun 12 persen atau senilai Rp1,2 triliun. Pengumuman mengenai endemik diperkirakan menjadi penyebab terjadinya penurunan kesadaran penggunaan alat-alat pendukung kesehatan di tahun 2023 lalu.
”Pada perilisan kali ini kami tidak hanya semata-mata memberikan informasi performa secara umum kepada publik, namun kami juga memberikan data terperinci, sehingga kami berharap dapat memberikan manfaat dan membantu bagi para pemilik brand dalam mengevaluasi dan benchmarking dengan industri. Karena kami juga memberikan informasi seperti market share dari beragam jenis produk, kaleidoskop kejadian-kejadian penting dan memengaruhi e-commerce di tahun 2023, dan juga informasi mengenai TikTok Shop”,” terang Narendrata.
FMCG Report 2023 ini juga turut menyuguhkan data outlook di tahun 2024, dimana Compas.co.id memperkirakan akan terjadi kenaikan nilai penjualan sekitar 3 persen ke angka Rp58,3 triliun di tahun politik ini. Adapun FMCG Report 2023 Free Version dirilis oleh Compas.co.id pada 10 Januari 2024, dan dapat diunduh secara gratis di laman Compas.co.id hingga 2 minggu ke depan.
”Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi yang dapat membantu para pemilik brand dalam membuat strategi dan mengambil keputusan di tahun 2024 berdasarkan data,” tutup Narendrata. (mir)

