Site icon Berita Kota Makassar

Laporkan kalau Ada Lurah tak Netral

MAKASSAR, BKM — Beredar informasi telah terjadi mobilisasi penjabat ketua RT/RW di salah satu kelurahan yang diarahkan untuk mendukung calon legislatif tertentu pada pemilu 14 Februari 2024 mendatang. Informasi dari salah satu sumber itu menjelaskan mobilisasi tersebut melibatkan salah satu lurah di Kecamatan Rappocini. Disebutkan, para Pj RT/RW diiming-imingi uang Rp300 ribu jika memilih caleg tertentu.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan seluruh perangkat pemerintahan harus menjaga netralitasnya. Dia mewanti-wanti agar tidak ikut dalam politik praktis dan tidak berpihak ke caleg tertentu.
“Kasih tahu lurahnya, tidak ada itu. Pokoknya ASN harus netral. Kalau ada begitu tolong laporkan,” kata Danny Pomanto di Rujab Walikota, Kamis (11/1).

Dia menegaskan, camat dan lurah boleh melakukan mobilisasi, namun untuk mengajak warga masyarakat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pencoblosan. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu yang dinilai masih rendah.
Danny pun berjanji akan turun ke kecamatan hingga kelurahan guna memastikan pemilu yang akan dihadapi bisa berjalan aman, damai, dan lancar. “Mulai Senin (pekan depan), saya turun ke semua kecamatan, saya akan kumpulkan lurah dan RT/RW. Saya ingin tekankan agar menjaga netralitas,” ucapnya.
Orang nomor satu Makassar itupun mengancam ASN yang terbukti tak netral dan melanggar pada Pemilu 2024 siap menerima sanksi. “Saya akan cek (bagi yang melanggar) itu kalau terbukti ada sanksinya,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version