MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat sebanyak 93.653 surat suara yang rusak. Kerusakan didominasi adanya bercak tinta.
“Jumlah surat suara yang dianggap tidak layak dari kurang lebih 16 juta surat suara di Sulsel itu sekitar 93.653. Artinya 0,57 persen,” kata anggota KPU Sulsel Marzuki Kadir, Minggu (14/1).
Marzuki mengatakan, surat suara yang rusak tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Surat suara tersebut dinyatakan tidak layak karena terdapat noda tinta dari percetakan.
“Pertama yang tidak layak banyak bercak-bercak atau noda-noda tinta dari warna yang ada di surat suara,” ujarnya.
Namun, ia belum memastikan penyebab adanya bercak-bercak pada surat suara tersebut. Marzuki juga belum memastikan pihak yang harus bertanggung jawab atas kerusakan itu.
“Kami tidak pernah mengarahkan bahwa di mana letak salah karena di pengiriman itu bagian tidak terpisahkan dengan media. Sehingga kalau kami mitigasi itu di pewarnaan, kedua bercak-bercak, bekas-bekas tinta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marzuki mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengajuan untuk penggantian surat suara yang rusak. Namun hal tersebut akan dilakukan setelah penyortiran di KPU kabupaten/kota di Sulsel rampung.
“Tapi karena situasi dan kondisi belum rampung semua disortir, akhirnya kami menunggu dari KPU kabupaten/kota yang sementara masa sortirnya itu belum selesai. Karena ini kan persoalan tidak mungkin setiap ada kejadian setiap ada kerusakan cetak lagi satu cetak lagi satu,” terangnya.
Surat suara yang telah dinyatakan tidak layak itu akan disimpan, setelah itu akan dimusnahkan. Sebelum pemusnahan dilakukan, jumlah surat suara yang tidak layak akan disesuaikan dengan total surat suara di Sulsel.
“Kami akan musnahkan bersama dengan Bawaslu, tapi jumlah yang kami akan musnahkan jelas kan apakah jumlah itu sudah sesuai dengan jumlah (total) ditambah dengan surat suara yang layak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menemukan 286 surat suara rusak saat meninjau gudang logistik KPU Kabupaten Bone. Logistik Pemilu 2024 juga dilaporkan belum lengkap.
Hal itu disampaikan Bahtiar dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone, Jumat (12/1) lalu. Bahtiar turut didampingi Pj Bupati Bone Andi Islamuddin saat meninjau logistik Pemilu 2024.
“Tinggal sedikit yang kurang untuk surat suara DPRD kabupaten, dan DPR RI. Kalau Pilpres, DPRD provinsi, DPD sudah lengkap bahkan sudah disortir. Mudah-mudahan hari ini sudah lengkap semua,” ujar Bahtiar kepada wartawan, Jumat (12/1).
Bahtiar menekankan, distribusi logistik ke tempat pemungutran suara (TPS) khususnya ke daerah terpencil harus dikawal ketat. Dia tidak menampik Bone memiliki wilayah luas dan medannya di sejumlah titik cukup berat.
“Karena ini Bone kan ada desa kita Bontomasunggu yang harus melewati Pangkep, Barru. Agak jauh nyampe ke gunung. Kemudian daerah-daerah yang sedikit harus melewati air. Mungkin Cenrana, Lamuru,” bebernya.
Bahtiar Baharuddin memastikan surat suara Pilpres dan Pileg yang rusak akan diganti sebelum 14 Februari 2024. Pihaknya memastikan KPU akan membenahi hal tersebut.
“Ini kan sudah ada mekanismenya. Teman-teman KPU nanti melakukan penggantian. Pasti selalu ada kekurangan kalau mesin kan. Mungkin kurang terang atau apa kan. Jadi dipastikan semua pergantiannya dipenuhi sebelum hari H,” tutupnya. (jun)
