Site icon Berita Kota Makassar

Rumah-Sekolah Rusak, Pohon Bertumbangan

MAKASSAR, BKM — Cuaca buruk yang terjadi dalam kurun tiga hari memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Diantaranya terjangan angin puting beliung serta pohon tumbang.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, tiga wilayah di Makassar terdampak angin puting beliung yang terjadi pada Minggu siang (14/1). Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Achmad Hendra Hakamuddin menjelaskan, tiga wilayah yang terdampak angin puting beliung diantaranya Jalan Inspeksi PAM Lorong 1 Pasar Tello, RT 001/ RW 002, Kelurahan Batua Kecamatan Manggala.

Masih di kelurahan yang sama, puting beliung juga terjadi di Jalan Inspeksi PAM RT 005/RW 001 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Lokasi ketiga adalah Kompleks Villa Mutiara Hijau 16, RT 003/RW 011 Jl Ir Sutami, Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya. Selain menyasar sejumlah rumah warga, angin kencang merusak sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah Farisa Aryani yang terletak di Jalan Inspeksi PAM Lorong 1.
“BPBD sudah menyalurkan bantuan ke lokasi yang terdampak angin puting beliung berupa material untuk perbaikan rumah. Seperti balok, seng, tripleks, kanal C, reng, spandek, dan baut spandek,” ungkap Achmad Hendra saat dihubungi, Senin (15/1).

Cuaca buruk juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Laporan dari Camat Panakkukang Ari Fadly, ada dua pohon tumbang di Jalan Penjernihan 6 Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang. Pohon tumbang juga ditemukan di samping Masjid Al Haq, RW 1.
Ada pula di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah. Pohon tumbang tersebut menimpa satu unit mobil yang terparkir di bawahnya. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga RT/RW untuk siaga dan senantiasa waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi saat ini.
“Semua harus pantau kondisi di wilayah masing-masing. Segera laporkan jika terjadi bencana seperti puting beliung, pohon tumbang, hingga banjir agar bisa segera ditindaklanjuti OPD terkait,” ungkap Danny, kemarin.
Selain itu, dia juga meminta para orang tua untuk senantiasa mengawasi anak-anaknya. “Biasa kan anak-anak mandi hujan. Tetap awasi. Jagai anakta,” tambah Danny.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhiddin mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi cuaca. Ketika cuaca buruk, maka pihaknya menginstruksikan agar anak sekolah belajar secara daring saja. Begitu pula sebaliknya, jika memungkinkan bisa belajar di sekolah.
“Kita harus waspada dan mengantisipasi terjadinya cuaca buruk. Jangan sampai akses ke sekolah sulit karena hujan deras, banjir, atau angin kencang,” jelasnya.
Sesuai imbauan Disdik, terpantau aktivitas belajar di sejumlah sekolah pada Senin kemarin, ada yang dilakukan di sekolah, namun ada juga secara daring.
“Tidak masalah. Mau secara daring atau online maupun offline di sekolah. Intinya, selalu waspada. Kalau kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya sekolah menyelenggarakan aktivitas belajar secara online saja,” katanya.
Dia pun meminta pihak sekolah membuat Satgas bencana. Jika sekolah tergenang banjir atau terkena angin kencang dan bencana lainnya, Satgas yang akan bekerja. (rhm)

Exit mobile version