pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ribuan Petani di Sulselrabar Nikmati Manfaat Program EA PLN

PENGECEKAN -- Petugas PLN melakukan pengecekan Stasiun Penyedia Listrik Umum di persawahan Kelurahan Mattiro Deceng, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, BKM — Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) kian diminati para pelaku usaha di sektor agriculture, seperti pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan.
Sampai akhir tahun 2023, jumlah pelanggan Program EA telah mencapai 3.340 di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar). Program EA merupakan inovasi PLN dalam mengajak para pelaku di sektor agrikultur untuk beralih menggunakan alat-alat dan mesin produksi berbasis listrik sehingga lebih maju, efisien dan modern.

Salah satu petani bawang merah di Desa Saruran, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Hasbi, mengaku, dengan menggunakan listrik dapat menghemat biaya operasional sampai 75 persen.
Sebelum adanya listrik, dirinya menghabiskan biaya operasional sebesar Rp5,2 juta per panen. Namun dengan program EA, kebunnya hanya membutuhkan biaya Rp1,3 juta per panen. Listrik tidak hanya berdampak positif bagi penghematan operasional tetapi juga berpengaruh kepada peningkatan kapasitas produksi.

”Sebelum menggunakan listrik, produksi kami hanya 45 ton bawang merah per tahun. Hadirnya listrik ternyata juga meningkatkan kapasitas produksi menjadi 48 ton per tahun,” ungkap Hasbi.
Program EA juga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha pertanian milik Nurdin. Ia mengaku berhasil melakukan efisiensi biaya operasional hingga 40-50 persen sejak beralih menggunakan listrik untuk mengairi sawahnya dari tahun 2021.
”Sudah tiga tahun, kami telah beralih ke energi listrik, efisiensi biaya untuk penyiraman jadi lebih murah dibandingkan sebelum menggunakan listrik, yakni bahan bakar minyak,” ujar Nurdin.

Nurdin menjelaskan, untuk mengaliri sawah seluas 30 hektare, ia membutuhkan bahan bakar minyak sekitar Rp8 juta dalam satu kali pengairan. Namun, kehadiran program EA berhasil menghemat biaya operasional sekitar Rp4,5 juta untuk biaya pengairan.
Selain penghematan biaya operasional, Nurdin menambahkan, dengan adanya teknologi pertanian berbasis listrik mampu meningkatkan produktivitas sebesar tiga kali lipat dari sebelumnya. Misal dalam satu tahun hanya menghasilkan panen sebanyak 3.000 karung. Namun setelah adanya listrik, berhasil memproduksi sekitar 9.000 karung.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan, melalui program EA PLN berkomitmen mendukung pelaku usaha di sektor agriculture untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional yang meningkatkan keuntungan. Program ini juga membuat kegiatan usaha dari pelaku bisnis menjadi lebih ramah lingkungan.
”Melalui program ini PLN juga berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lewat berbagai inovasi teknologi kelistrikan. Electrifying Agriculture merupakan program yang digagas PLN. Kami optimis kualitas dan kuantitas produktivitas para petani dapat meningkat, maju dan modern,” ujar Andy.
Andy mencatat, hingga akhir tahun 2023, total daya tersambung program EA sebesar 186.138 kiloVolt Ampere (kVA). ”Program EA juga menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui sektor ketenagalistrikan,” kata Andy. (mir)



×


Ribuan Petani di Sulselrabar Nikmati Manfaat Program EA PLN

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link