TAKALAR, BKM — Sebuah proyek pembangunan drainase sepanjang 762 meter di Lingkungan Kacci-kacci, Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, meresahkan warga setempat. Khususnya bagi pengguna jalan.
Pasalnya, sejak proyek drainase yang menggunakan anggaran Rp3,1 miliar dilaksanakan, telah ada dua warga yang mengalami korban kecelakaan lalulintas. Penyebabnya, material proyek ditumpuk di atas bahu jalan. Termasuk alat berat berupa eskavator, juga terparkir dan mengambil sebagian badan jalan.
Warga setempat menuding pihak kontraktor dari CV Nur Indah, tidak mengutamakan keselamatan warga dan pengguna jalan. ”Selain eskavator, tanah atau material hasil galian drainase itu, juga menumpuk di badan jalan yang tentunya sangat membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan. Karena kelalaian pihak rekanan, telah ada dua warga yang mengalami kecelakaan. Salah seorang korban bahkan mengalami patah tulang bagian kaki,” kata Daeng Bella, warga Kelurahan Sombalabella, Senin (15/1).
Menurut warga setempat, kehadiran proyek pembangunan drainase itu terus menuai sorotan. Apalagi, pagar masjid di Kelurahan Sombalabella mengalami kerusakan hebat akibat galian drainase itu.
”Pagar masjid juga ambruk akibat galian drainase itu,” ucap Daeng Bella.
Diketahui, proyek drainase tersebut menelan anggaran Rp3,1 miliar dikerjakan sejak Oktober 2023. Karena proyek tersebut tidak rampung hingga batas waktu ditentukan. Terpaksa, proyek tersebut menyeberang pekerjaannya hingga saat ini dengan menggunakan dana dari Bank Keuangan (Bankeu) Provinsi Sulawesi Selatan.
Menyikapi adanya warga yang mengalami korban patah tulang kaki akibat keberadaan proyek drainase itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Takalar, Budiar Rosal, mengaku sudah menyampaikan kepada rekanan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar merapikan posisi eskavator di pinggir jalan setelah selesai digunakan.
”Rekanannya sudah berulang kali ditegur PPK. Namun sepertinya pihak rekanan tidak menggubris teguran itu,” kata Kadis PUPR Takalar, Budiar Rosal. (ira/c)

