BULUKUMBA, BKM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemkab Bulukumba berbenah jelang penilaian Adipura Tahun 2024. Di awal tahun ini, DLHK mengontrol dan membenahi titik titik yang akan menjadi lokus penilaian.
Kegiatan gotong royong warga untuk kebersihan juga terus digalakkan di seluruh kelurahan di kota Bulukumba. Begitu pula peran organisasi seperti TP PKK dan Dekranasda melakukan Gerakan Jumat Bersih setiap pekannya.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf meminta jajarannya terus mengedukasi dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan. Perilaku hidup bersih kata Andi Utta sapaan akrabnya bukan bertujuan karena hanya untuk mendapatkan Piala Adipura.
“Meski Bulukumba akan dinilai, tapi kita harus tanamkan bahwa kebersihan adalah bagian dari diri kita dan tanggungjawab kita bagaimana mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk tidak lagi memiliki kebiasaan buang sampah sembarang dan mencemari lingkungan,” ungkapnya Andi Utta saat memimpin Apel Gabungan OPD di halaman Kantor Bupati Bulukumba, Senin (22/1).
Ditambahkannya, kesadaran warga akan kebersihan terbangun, maka tidak perlu lagi menunggu waktu dan bekerja keras mempersiapkan diri untuk penilaian Adipura. Dia menggugah kesadaran aparatur Pemkab agar dalam masa pengabdiannya sebagai ASN memiliki manfaat bagi masyarakat.
ASN kata Andi Utta memiliki batas waktu dalam menjalankan tugasnya sehingga waktu sebelum pensiun itu betul-betul digunakan untuk berbuat yang terbaik kepada masyarakat.
“Saya minta untuk kita berbuat, tunjukkan bahwa saya mampu dan berkinerja dan masyarakat bisa nikmati apa program kegiatan yang telah kita kerjakan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Andi Uke Indah Permatasari menyampaikan bahwa sejak dilantik sebagai kepala dinas pada Desember 2023 yang lalu, sejumlah tugas penting menjadi tanggungjawab untuk dilaksanakan, termasuk mempersiapkan penilaian Adipura yang rentan waktunya pada bulan Januari dan Februari.
Untuk itu pihaknya terus mengedukasi warga, utamanya di kelurahan-kelurahan untuk melakukan gerakan kebersihan di lingkungan masing masing. Begitu pula pihak sekolah juga ikut terlibat untuk membersihkan lingkungan sekolah masing masing.
“Kita juga kembali galakkan Jumat Bersih, dimana warga bersama pemerintah kelurahan gotong royong membersihkan,” ungkap Andi Uke.
Selain itu, pihaknya juga fokus memantau dan melakukan pembersihan saluran drainase karena sudah memasuki musim hujan. “Kita kembali mengangkat sedimen di drainase yang bisa menyebabkan aliran air terhambat,” ungkapnya. (rls)
