MAKALE, BKM — Seorang janda Indo Damaris (65) yang kini tinggal di sebuah rumah reot di Dusun Ira’ Lembang Dewata, Kecamatan Mappak, Tana Toraja kondisi rumahnya cukup memprihatinkan. Rumah tersebut hingga kini belum tersentuh bedah rumah dari pemerintah.
Indo Damaris adalah salah satu warga miskin yang butuh perhatian. Bahkan sudah berulang kali disuarakan komponen pemuda ke Pemkab Tator dan anggota dewan namun tak kunjung dapat bantuan.
Ketua Bapemperda DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe usai menerima laporan warga, Jumat (26/1) mengatakan, tingginya angka kemiskinan di Tana Toraja butuh perhatian serius dari Pemkab. Pemkab tak boleh terkesan tutup mata dan terkesan melakukan pembiaran dengan kondisi warganya yang hidup dibawa garis kemiskinan. Kondisi yang dialami Indo Damaris menjadi potret begitu tingginya angka kemiskinan didaerah ini.
Warga miskin Indo Danaris menyambung hidupnya setiap hari hanya menunggu uluran tangan dan bantuan tetangga. Bahkan rumah Indo Damaris tinggal mehitung hari roboh, atapnya bocor dan tiang rumah dari bambu sudah lapuk termakan usia. ”Sangat menghawatirkan rumah warga tidak berkecukupan ini dimusim hujan. Sudah nyaris roboh dan butuh perhatian Pemkab sesegera mungkin,”ujar Kristian.

Untuk diketahui data angka kemiskinan di Tana Toraja masih 51.896, sebelumnya 96.615 jiwa turun sekitar 46 persen. Melalui program pendampingan PKH (Program Keluarga Harapan) diharapkan target turunnya angka kemiskinan terwujud. Apalagi Tahun 2024 APBD Tana Toraja sebesar Rp 1.194.425.657.000, masih fokus pada pemulihan ekonomi. (gus/C)

