MAKASSAR,BKM.COM–Anda punya sifat pemalu sehingga jarang bergaul? Tidak perlu risau. Prestasi tetap bisa diraih. Seperti yang ditunjukkan Siti Ayu Milkiyah.
SAPAAN akrabnya Ayu. Dia sekarang kuliah di jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM). Mengaku pemalu ketika duduk di bangku SD dan SMP, Ayu kemudian mencoba keluar dari zona itu saat duduk di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Makassar.
Sederet prestasi pun telah ditorehkannya. Bahkan empat gelar duta telah dikoleksinya. Masing-masing Duta Kesehatan Mental, Duta Lingkungan, Duta Wisata, dan terakhir Duta Pemuda.
Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Ayu mengaku sebenarnya ia dulunya ingin masuk pesantren. Namun akhirnya bersekolah di MAN 3 dan mengambil jurusan IPS.
Ditanya tentang alasannya masuk dunia pageant, Ayu mengaku bingung untuk menjawabnya. ”Saya orangnya pemalu sekali. Waktu di SD dan SMP dikenal sangat pemalu. Baru waktu di MAN mulai membangun untuk bagaimana bisa keluar dari zona itu,” ujar Ayu.
Di saat itulah itu mencoba untuk ikut organisasi di sekolah. Tak disangka, ia diminta menjadi wakil ketua. Karena tidak punya bekal apa-apa terkait kepemimpinan, Ayu sempat khawatir. Yang dipikirkannya adalah bagaimana caranya bisa merangkul teman-teman.
”Ada kakak senior yang mencoba meyakinkan saya, kamu pasti bisa. Coba saja dulu. Akhirnya terima jadi wakil ketua,” terangnya.
Dari situlah Ayu kemudian keluar dari zona nyamannyan yang seorang pemalu. Dia pun mendapati hal baru dan positif dari kegiatan berorganisasinya. Salah satunya relasi baru. Sejakl saat itu ia keluar dari zona nyaman dan mencoba menantang dirinya untuk berbuat lebih baik lagi ke depannya.
Di awal masuk kuliah di Psikologi UNM, Ayu menjejaki pageant pertamanya. Ajang pemilihan Duta Kesehatan Mental Indonesia dimasukinya. ”Waktu itu masih maba. Ada yang bilang, coba ikut semua kegiatan pas awal perkuliahan. Itu lebih bagus. Karena kalau sudah semester akhir akan sulit ikut kegiatan di luar kampus,” imbuhnya.
Berhasil meraih predikat Duta Kesehatan Mental ketika itu, memacu Ayu untuk terus berprestasi. Pagent kedua, yakni pemilihan Duta Lingkungan Kota Makassar pun diikutinya.
Menariknya, ketika itu Ayu mengaku tidak ada niat lagi untuk ikut duta, karena berpikir ingin fokus kuliah dulu. Namun, ia melihat story temannya di media sosial Instagram yang ikuti ajang Duta Lingkungan Hidup. Kisah unik pun dialaminya.
”Saya tanya ke teman, ternyata hari itu sudah terakhir pendaftarannya. Jadwal penutupannya jam 10 malam, sementara saya tanya jam 8 malam. Temanku sudah prepare, seperti foto studio dan lain-lain untuk kesiapan berkas. Saya tetap mencoba. Lolos atau tidak nanti dilihat hasilnya. Saya coba dan ternyata bisa ikut,” ungkap Ayu.
Ketika proses seleksi berkas, ternyata teman Ayu yang lebih dulu mempersiapkan diri ternyata tidak lolos. Sementara Ayu dinyatakan bisa melangkah ke tahap selanjutnya.
Hal yang hampir sama dilakoni Ayu pada ajang pemilihan Duta Wisata Kota Makassar. Ia mendaftar sehari menjelang penutupan. Menampilkan tarian ketika itu, Ayu akhirnya terpilih sebagai The Best Social Media Influencer.
”Saya sempat berpikir waktu itu, kenapa harus saya yang terpilih. Padahal ada banyak finalis yang lebih hebat dari saya,” katanya.
Usai mengikuti ajang tersebut, Ayu aktif membuat konten di media sosial. Ia bahkan sudah mendapat endorse. Tak pernah menyangka orang yang dulunya pemalu ternyata sekarang bisa lebih banyak tampil di depan kamera.
”Waktu di Duta Kesehatan Mental kita memang diminta untuk tag video dan bicara di depan kamera. Dari situ kemudian saya berpikir dan mengevaluasi diri apa yang salah, apa yang harus dibenahi dan diperbaiki,” jelasnya.
Dari pengalaman mengikuti ajang pageant, Ayu lalu mengikuti ajang pemilihan Duta Pemuda Kota Makassar. Talenta yang ditampilkannya ketika itu adalah menyanyi. Ayu mengaku pernah memainkan gitar, dan kini beralih ke keyboard.
Ditanya tentang dukungan orang tua, Ayu mengaku sangat disupport oleh mereka. ”Orang tua memberikan dukungan penuh dengan apa yang saya lakukan, selama itu positif,” tandasnya. (*/rus)

