MAROS, BKM — Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Camba di Kelurahan Mario Pualana, Kecamatan Camba, mulai dibangun pada awal bulan ini.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari serta unsur Forkopimda, melakukan peletakan batu pertama pembagunan RSUD Tipe D tersebut.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan, proses pembangunan RSUD tipe D Camba ini akan didirikan di atas lahan seluas 2 hektare. Pembangunan RSUD tipe D Camba ini menelan anggaran sekitar Rp44 miliar.
”Kami membangun dengan pola tuntas dan ditargetkan bisa difungsikan pada 2025 mendatang,” katanya.
Lanjut Chaidir mengatakan, pembangunan RSUD ini sudah berproses selama empat tahun. ”Jadi pembangunan RSUD tipe D Camba ini melaui beberapa proses. Mulai dari pembebasan lahan dan studi kelayakan di tahun 2021. Kemudian pembuatan masterplan, Detail Engineering Design (DED), Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) dan pematangan lahan pada 2022,” jelas mantan ketua DPRD Maros ini.
Selanjutnya kata Chaidir, pembangunan turap dan penerbitan persetujuan pembangunan dari PTSP pada 2023. ”Alhamdulillah hari ini sudah ground breaking atau peletakan batu pertama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus, menjelaskan, nantinya setelah pembangunannya rampung, akan ada empat dokter spesialis yang disiapkan di RSUD tipe D ini.
”Rencana SDMnya sekitar 200 orang dengan rincian 50 persen berasal dari ASN dari RSUD dr La Palaloi dan 14 Puskesmas. Sisanya rencana direkrut dari Penerimaan P3K demi mempercepat fungsi operasionalnya dan segera melayani masyarakat dengan pelayanan prima,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, pembangunan RSUD tipe D Camba ini diharapkan bisa membantu dan memudahkan masyarakat di tiga kecamatan untuk mendapatkan akses kesehatan. Apalagi tiga kecamatan ini seperti Cenrana, Camba dan Mallawa ini berjarak sangat jauh dari pusat kota.
Selain itu, jumlah tempat tidur di Maros masih kurang jika dibandingkan jumlah penduduk. Karena hanya satu rumah sakit daerah tipe C. Itu juga menjadi salah satu alasan dibangunnya rumah sakit ini tipe D Camba.
”Rumah sakit ini dapat menampung 50 tempat tidur, dengan fasilitas kamar operasi, radiologi, laboratorium perawatan dan ICU. Juga akan ada dokter spesialis dasar seperti spesialis penyakit dalam, obgyn, bedah, dan anak,” katanya. (ari/c)

