MAKASSAR,BKM.COM–Mau tidak mau, suka atau tidak suka, nyaris semua sektor kehidupan mesti mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat. Termasuk di bisnis properti. Digitalisasi menjadi pilihan tak terelakkan bagi mereka yang bergelut di dalamnya. Milenial Properti pun langsung menyesuaikan diri.
BISNIS properti adalah sebuah bisnis yang bergerak pada investasi tanah dan bangunan. Aset tersebut bisa dalam berbagai bentuk, ada yang berupa rumah, apartemen, gedung perkantoran dan masih banyak lagi.
Millpro –akronim dari Milenial Properti– saat ini mengelola bisnis penyewaan apartemen dengan harga terjangkau, yang memanfaatkan digitalisasi aplikasi startup. Sasarannya adalah kalangan milenial, generasi Z serta para orang tua mereka.
Tiga orang dari Millpro hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Mereka adalah CEO (Chief Executive Officer) Evans Sterling, CFO (Chief Finance Officer) Hasan Basri, serta COO (Chief Operation Officer) Ahmad Faisal.
Menurut Evans, Millpro hadir untuk membantu orang lain dan membuka lapangan kerja. ”Kami membangun dan menghadirkan Millpro ini atas keinginan untuk membantu orang lain, membuka peluang usaha serta lapangan kerja,” ujarnya.
Untuk saat ini,
menurut Evans, Millpro masih bergerak di daerah Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.
“Kalau untuk sementara kami masih fokus di wilayah Sulsel, khususnya di Kota Makassar. Kami fokus di properti tipe apartemen untuk rental dan jual beli kami juga tetap jalankan. Kalaupun misalkan ada orang yang punya banyak duit dan punya apartemen kosong, itu juga bisa dititip di kita. Nanti kita kelolakan. Itu nanti bisa dapat passive income setiap bulan,” lanjut Evans Sterling.
Millpro sudah ada sejak tahun 2020 lalu.
“Millpro sendiri kami kembangkan, kami coba tuangkan ke digital dalam Apps itu kurang lebih empat tahun berjalan, dari tahun 2020, kita melewati pandemi dua tahun dan nggak gampang juga sih. Apalagi bisnis properti. Jadi untuk bertumbuh itu cukup lambat. Di 2022 kita mulai lagi bertumbuh. Dengan adanya aplikasi kami, dengan adanya digitalisasi sepertinya akan mempermudah generasi milenial dan Gen Z untuk berpartisipasi,” jelas Evans.
Saat ini unit apartemen yang disediakan oleh Millpro ada di empat lokasi.
“Jadi unit-unit kami itu ada di beberapa titik di Kota Makassar. Yang pertama ada di CPI Pantai Losari (Delft), Vidaview Apartemen, Royal Apartemen, dan yang terbaru ada di Tallasa City,” terang Evans Sterling.
Ahmad Faisal selaku COO Millpro, menjelaskan bahwa untuk bergabung di member bisnis properti Millpro tidaklah rumit. Cukup menggunakan KTP dan Kartu Keluarga. Selain itu, bisnis ini juga bisa diwariskan.
“Jadi untuk masuk di bisnis ini sangat simpel. Cuma butuh KTP, kartu keluarga. Bahkan yang belum punya KTP bisa. Terus, kelebihannya bisa diwariskan. Kenapa bisa diwariskan? Kan yang namanya ajal tidak ada yang tahu. Misalnya, ibu atau bapaknya mendaftar terus dipanggil Tuhan, maka generasi penerusnya bisa melanjutkan,” terang Ahmad Faisal.
Sementara untuk harga sewa pun juga terbilang cukup terjangkau, karena mulai dari Rp15 juta dengan waktu yang cukup panjang.
“Kalau berbicara harga kita starting di angka Rp15 juta. Ada juga yang Rp20 juta sekian. Biasanya kita mainnya ketika misalnya beli paket yang lebih tinggi, maka waktu yang diberikan itu lebih panjang. Misalnya yang Rp20 juta sekian, itu skema bisnisnya bisa 15 tahun,” jelas Hasan Basri selaku CFO.
Tidak sampai disitu, setelah menyewa para member bisa mendapatkan bonus yang besar.
“Namanya bisnis kan orang akan berbicara apa keuntungannya. Tadi Rp15 juta dapat misalnya 10 tahun, selama jadi member properti, mereka sudah bisa pakai fasilitas, misalnya tempat gym, kemudian kolam renang. Terus, setiap tahun akan dapat rewards gratis menginap. Tinggal pilih apartemen mana yang ingin dipakai,” jelas Hasan Basri.
Ketika telah bergabung, lanjutnya, member akan mendapatkan akun dari Millpro. Mereka juga mendapatkan hak untuk memakai semua unit yang Millpro miliki.
“Setelah gabung menjadi member, konsumen akan dapat akun. Nah, ketika sudah dapat akun, konsumen mendapatkan haknya untuk bisa memakai kamar dan unit yang kami punya untuk dipakai. Yang kedua bisa disewakan. Jadi, ketika konsumen menyewakan maka persentase sharing profit dari tergantung paket sih. Biasanya, semakin murah paketnya persentasenya semakin kecil. Ada yang 10 persen atau 15 persen. Bahkan ada yang sampai 25 persen,” jelas Hasan Basri.
Member ataupun penyewa mendapatkan fasilitas gratis 300 kali menggunakan fasilitas gym dan kolam renang yang ada di apartemen, konsumen tinggal memilih.
”Kalau kita berpikir nge-gym sama ke kolam renang sebanyak 300 kali dan dikalikan dengan Rp50.000 satu kali masuk, itu kan sudah bisa Rp15 juta. Nah, ini kan baru satu fasilitas sudah bisa berhemat sekian. Yang kedua, mendapatkan gratis inap atau gratis menginap sebanyak 20-25 kali. Jadi kalau 20 kali itu kita nginap di Vidaview dan Delft lalu kita ratakan Rp500.000, terus kita kalikan Rp500.000×25, kan sekitaran Rp27 juta. Jadi, belum gabung kan sudah untung, fasilitas dan gratis inap. Nah, yang kita tekankan disini adalah hak bisnis. Inilah yang menjadi potensi pendapatan,” terang Evans Sterling.
Dengan bisnis ini, generasi Z ataupun kalangan milenial yak tak bisa lepas dari gawai, bisa mendapatkan cuan. Bahkan dari posisi rebahan pun mereka bisa menghasilkan income.
Yang tak kalah pentingnya menurut Hasan Basri, bisnis ini didampingi langsung oleh Hermanto Tanoko, 10 besar orang terkaya di Indonesia.
Wawancara dengan Evans Sterling, Hasan Basri dan Ahmad Faisal bisa disaksikan di kanal Youtube Berita Kota Makassar. (jar)
