MAKASSAR, BKM–Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar telah menggelar pelatihan saksi bagi peserta pemilihan umum (Pemilu) di ruang sidang Bawaslu Makassar Jl. Letjen Hertasning No. 11. Minggu (4/2)
Pelatihan menghadirkan narasumber seperti Gunawan Mashar, Anggota KPU Makassar periode 2018-2023 dan Salma Tajang dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Sulsel.
Pelatihan itu dihadiri sebanyak 12 saksi dari perwakilan calon anggota legislatif (Caleg) untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Selatan
Pelatihan saksi tersebut, akan dilaksanakan secara berjenjang dengan mengundang perwakilan saksi dari DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan Presiden dan Wakil Presiden
Hal itu, di ungkapkan oleh Anggota Bawaslu Makassar Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Pelatihan, Ahmad Ahsanul Fadhil. “Iya, Pelaksanaan (Pelatihan Saksi) ini akan berlangsung (secara berjenjang) juga dilaksanakan untuk Parpol dan saksi Capres/Cawapres sejak hari ini (4 Februari 2024) hingga tanggal 7 Februari 2024”.ungkapnya.
“Pelatihan saksi ini untuk dapat memenuhi standar penyelenggaraan pemilu yang adil, transparan, akuntabel, tertib dan berintegritas, Intinya adalah peningkatan kapasitas terhadap Jajaran saksi peserta Pemilu dengan harapan mampu tercapai pemilu yang berkualitas yang mana merupakan prasyarat dalam meningkatkan kualitas Pemilu dan demokrasi di
Indonesia”.ujar Gus Ahsan-panggilan akrab Ahmad Ahsanul Fadhil.
Hal sama disampaikan Anggota Bawaslu Makassar, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Rachmat Sukarno yang menekankan agar Pemilu 2024 dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan diselenggarakannya Pelatihan saksi tersebut.
“Pelatihan saksi setiap peserta pemilu, tujuannya untuk memastikan pelaksanaan pemungutan , perhitungan suara nantinya dapat berjalan sesuai peraturan perundang undangan, jujur dan adil. “ujarnya.
“Dari agenda yang kami buat dengan mengundang saksi dari setiap peserta pemilu menjadi sangat penting, guna untuk menyatukan pemahaman yang sama dengan rekan-rekan penyelenggara lainnya nanti di TPS”.jelasnya. (jun/rif)
