Site icon Berita Kota Makassar

Danny Minta Siaga dan Waspada Cuaca Ekstrem

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang kemungkinan besar bisa terjadi. Pasalnya, saat ini sudah memasuki puncak musim hujan.

Orang nomor satu Makassar itu mengatakan dari hasil monitoring cuaca, Senin (5/2), intensitas hujan cukup tinggi.
“Hasil monitoring cuaca yang cukup detail, itu mulai jam 14,00 wita sampai malam akan akan hujan lebat. Dan pada saat itu, posisi pasang mulai 1 meter sampai 1,5 meter. Sangat rawan. Sehingga saya minta semua siaga,” jelasnya.

Diapun berharap intensitas hujan yang tinggi tidak bersamaan dengan pasang air laut karena bisa memicu terjadinya banjir.
Danny juga mengingatkan kepada penyelenggaran pemilu, khusus KPU untuk memastikan seluruh tempat pemungutan suara bebas dari genangan maupun banjir.
“Kita berharap bahwa KPU bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar, tidak menunjuk daerah-daerah yang rawan banjir. Misalnya di daerah Manggala dan Paccerakkang. Ada beberapa wilayah di sana yang rawan banjir,” kata Danny.
Lebih jauh dikemukakan, Pemkot Makassar memfasilitasi penyelenggaran pemungutan suara bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah yang aman dari banjir.
“Pokoknya laksanakan di sekolah yang tidak terkena dengan banjir,” tambah Danny.
Selanjutnya, masalah distribusi surat suara dan penyelenggaran pemilu di pulau. Danny mengaku Pemkot Makassar menyiapkan enam jetski, dua kapal cepat, dan dua kapal besar.

Bersama aparat TNI Polri, selama 24 jam, Danny mengaku siap untuk membantu KPU baik sebelum, disaat dak setelah penyelenggaran pemungutan suara.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan berdasarkan pantauan, kendati cuaca ekstrem dan hujan terus mengguyur Kota Makassar pada Senin (5/2), belum ditemukan genangan maupun banjir di sejumlah wilayah rawan.
Diantaranya, di BTN Kodam 3 dan Jembatan Biring Je’ne Kelurahan Katimbang Kecamatan Biringkanaya.
“Pantauan kami, Sungai Biring Je’ne debit air masih terpantau normal. Kondisi jalan masih bisa dilalui roda 2 dan 4, sementara masih terpantau aman terkendali,” ungkapnya.
Begitu juga di Perumnas Antang Blok 8 dan Blok 10, Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala.
Walaupun sudah ada genangan dengan ketinggian 3 hingga 5 cm, situasi masih terpantau aman dan terkendali. (rhm)

Exit mobile version