MAKASSAR, BKM — Ratusan warga setiap harinya mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Dinas Sosial Kota Makassar.
Dengan kondisi yang cukup terbatas, Plt Kepala Dinas Sosial, Andi Pangerang Nur Akbar mengusulkan agar pengurusannya bisa dialihkan ke kantor kecamatan.
“Kalau dikalkulasi, warga yang datang mengurus KIS ke Dinsos itu cukup banyak. Bisa mencapai ratusan orang. Sementara kondisi kantor kami terbatas. Jadi saya usulkan untuk dialihkan ke kecamatan saja,” ungkap Andi Pangerang,kemarin.
Dia mengatakan, jika dialihkan ke kecamatan, warga yang akan mengurus KIS juga diberi kemudahan.
“Bayangkan kalau warga yang mau urus KIS ternyata tinggal di Biringkanaya atau di Barombong, kan jauh sekali kalau mau ke Dinsos,” tambahnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pekan ini, pihaknya akan menggelar rapat dengan kecamatan.
Diapun berharap secepatnya kebijakan tersebut bisa dilaksanakan.
“Kami inginnya pekan ini sudah bisa direalisasikan. Tapi karena ada pemilu, kita berharap setelah itu. Kita mantapkan dulu planningnya,” tambah Andi Pangerang.
Mantan Camat Panakkukang itu pun berharap ada ruangan khusus nantinya yang disiapkan di kecamatan untuk mengurus KIS.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Bantuan Jaminan Kesejahteraan Sosial Dinsos Kota Makassar, Rahmat Mappatoba membenarkan jika setiap harinya ratusan warga dari berbagai wilayah di Makassar ke Dinas Sosial untuk mengurus KIS.
Saat ini, KIS yang sudah dikeluarkan Dinsos sekitar 204 ribu lebih. Tapi angka tersebut dinamis dan terus berfluktuasi.
Pasalnya, pembaharuan data warga penerima KIS selalu dilakukan. Ada warga sebelumnya mengantongi KIS, namun karena kondisi kehidupannya sudah membaik dan tidak memenuhi kriteria lagi, maka namanya akan dihapus dari daftar penerima.
Begitu pula sebaliknya. Ada warga yang kondisinya mapan, namun karena di PHK dari kantornya sehingga tidak punya penghasilan, yang bersangkutan berhak untuk menggunakan KIS.
“KIS yang sudah dikeluarkan untuk di Makassar 205 ribu lebih yang tercover,” jelas Rahmat. (rhm)

