MAKASSAR, BKM — Satu lagi pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ditunjuk menjadi penjabat bupati di Sulsel. Dia adalah Andi Bataralifu. Pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, diamanahi menjadi Pj Bupati Wajo. Bataralifu diketahui lahir di Sengkang, Kabupaten Wajo, 6 September 1971.
Penunjukan Bataralifu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor: 100.2.1.3577 Tahun 2024 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. SK Tersebut diterbitkan di Jakarta pada Jumat (16/2).
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dijadwalkan untuk melantik Andi Bataralifu pada hari Rabu (21/2) lusa pukul 07.30 Wita. Bersamaan dengan itu, akan dilantik pula Muh Saleh sebagai Penjabat (Pj) Bupati Luwu. Pelantikan dilaksanakan di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar.
Andi Bataralifu menggantikan Bupati dan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud dan Amran. Sementara Muh Saleh menggantikan Bupati Luwu Basmin Mattayang, yang kesemuanya sudah berakhir masa jabatannya. Muh Saleh saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemprov Sulsel.
Pelantikan kedua penjabat bupati tersebut dipastikan dari beredarnya nota dinas permintaan permohonan petugas pembawa acara (MC) yang ditujukan kepada Pj Sekretaris Provinsi Sulsel oleh Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulsel, dalam hal ini Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Sulsel Idham Kadir. Surat dengan nomor surat 108/II/Pem.Otda-ND/2024 itu diajukan pada 12 Februari, sehubungan dengan akan dilaksanakannya pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan penjabat.
Dikonfirmasi perihal nota dinas permintaan petugas pembawa acara itu, Idham Kadir membenarkannya. ”Iya, ada permintaan MC untuk acara pelantikan
Pj Bupati Luwu dan Wajo. Tanggal 20 (Februari) malam kita laksanakan gladi di Rujab (Gubernur Sulsel),” terang Idham Kadir, Minggu (18/2).
Ditanya tentang kemungkinan adanya perubahan jadwal, Idham Kadir menuturkan hanya jadwal yang dimajukan.
“Sebelumnya akan dilaksanakan Rabu sore pukul 16.00 Wita. Hanya saja ada perubahan jam, dikarenakan akan ada kunjungan Presiden RI Pak Jokowi siangnya. Dari jadwal semula dimajukan pagi di Aula Tudang Sipulung. Insyaallah tidak ada perubahan. Saya sementara buat undangan juga ke daerah-daerah,” tuturnya. (jun)