Site icon Berita Kota Makassar

Ratusan Pimpinan Parpol Tumbang di Pileg

MAKASSAR, BKM — Menjabat sebagai pimpinan partai politik (parpol) bukan garansi untuk bisa melenggang ke kursi wakil rakyat. Hal itu terbukti dalam pemilihan anggota legislatif (pileg) di Sulawesi Selatan pada 14 Februari 2024.
Sebanyak 18 orang ketua parpol tingkat provinsi hampir bisa dipastikan tumbang dan tidak terpilih menjadi anggota dewan. Demikian pula 432 ketua di tingkat kabupaten/kota di Sulsel.
Para ketua parpol itu ada yang maju ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui tiga daerah pemilihan (dapil), ada yang ke DPRD provinsi melalui 11 dapil, serta ada pula yang melirik DPRD kabupaten/kota. Namun, ada pula ketua parpol yang tidak maju tapi fokus untuk menghadapi kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada).
Para ketua parpol yang hampir pasti gagal menjadi legislator, diantaranya Ketua DPW PKS Amri Arsyid, Ketua DPD Partai Demokrat Ni’matullah Erbe, Ketua DPW PPP Imam Fauzan, Ketua DPW Perindo Sanusi Ramadan, Ketua DPW PBB Badaruddin P Sabang, Ketua Hanura Sulsel Amsal Sampetondok, Ketua DPW Gelora Syamsari Kitta, Ketua DPW Partai Ummat Abd Hakim, dan Ketua DPW PSI Muhammad Surya serta Ketua Exco Partai Buruh.
Begitu juga ketua parpol di Makassar banyak yang tidak lolos ke parlemen, utamanya partai pendatang baru. Demikian halnya di Kabupaten Gowa. Seperti H Azhar Usman selaku Ketua DPD Nasdem.

Di Kabupaten Takalar, beberapa ketua parpol juga belum aman. Sebut saja Ketua PBB Johan Nojeng, Ketua PKB H Abdul Haris Nassa, dan Ketua Partai Demokrat H Sindawa Tarang yang juga melirik kursi di DPR RI.
Sementara ketua partai yang masih belum aman lantaran harus menunggu persaingan dengan akumulasi suara dengan caleg DPR RI dapil Sulsel I di partai lain, yakni Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri dan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi. Juga ada Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad yang maju untuk DPRD Sulsel melalui dapil Sidrap, Pinrang dan Enrekang.
Ketua parpol yang berpeluang terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sulsel II, yakni Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe dan Ketua DPD Partai Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras. Untuk Dapil Sulsel III yakni Ketua DPW Partai Nadem Sulsel Rusdi Masse.
Ada pula Munafri Arifuddin dari Golkar Makassar, Andi Rachmatika Dewi dari Nasdem, Eric Horas dari Gerindra, Fauzi Andi Wawo dari PKB.
Di Kabupaten Gowa ada Ketua DPC Gerindra Gowa Andi Tenri Indah, Ketua DPD PAN Husnia Talenrang, serta Ketua DPC Demokrat Risma Kadir Nyampa.
Selain ketua, juga ada elite parpol yang hampir pasti gagal di pileg. Diantaranya mantan ketua DPRD Sinjai Jamaluddin yang diperkirakan tumbang berdasarkan data dari real count KPU per tanggal 18 Februari. Hingga kini suara di Dapil II yang meliputi Kecamatan Sinjai Timur dan Tellulimpoe, Jamaluddin hanya mendapatkan 64 suara. Sementara rival separtainya di Partai Gerindra yang juga petahana Ardiansyah Haris, mendapatkan 730 suara. Suara sementara yang sudah masuk sebesar 34,05 persen.

Data per tanggal 18 Februari, ketua Gerindra Sinjai mendapatkan suara 734 di dapil empat yang meliputi Kecamatan Sinjai tengah dan Kecamatan Sinjai Barat berpotensi tidak lolos. Data yang masuk 43,41 persen.
Dihubungi secara terpisah, kemarin, para ketua parpol, baik yang masih berpeluang maupun yang hampir gagal mengaku memberi pernyataan berbeda. Ada diantaranya yang masih menunggu hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh KPU.
”Belum final, sebab aplikasi Sirekap KPU bermasalah” ujar Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe, Minggu (18/2).
Hal berbeda disampaikan Ketua DPW Partai Ummat Sulsel H Abdul Hakim. Kata dia, hampir semua partai baru mengalami perolehan suara yang tidak maksimal di masyarakat. “Hampir semua partai baru mengalami hal ini,” ujarnya.
Yang kedua, masyarakat sudah terbiasa dengan praktik money politics, sehingga yang tidak melakukannya tentu tidak dapat suara yang maksimal.
“Dan yang ketiga saya sudah tidak mau maccaleg, tapi ketua DPW diharuskan oleh DPP, sehingga mau tidak mau harus masuk walaupun hanya sebatas melengkapi administrasi. Saya fokus pengembangan usaha saja,” tutur Abdul Hakim.
Sekretaris DPW Partai Gelora Sulsel Mudzakkir Ali Djamil, mengaku bila partainya telah berusaha secara maksimal. “Saya telah melakukan upaya yang maksimal untuk menaikkan tingkat popularitas dan juga menawarkan gagasan jika dipercaya jika terpilih. Tapi di lapangan, dikenal saja belum cukup. Punya gagasan menarik untuk kepentingan masyarakat juga belum cukup. Karena ternyata, money politics sangat massif terjadi.” ujar caleg DPR RI ini bersama Syamsari Kitta.
Hal senada disampaikan Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Amsal Sampetondok. ”Kami sudah maksimal bekerja, Sulsel basisnya partai besar,” tandasnya. (ira-din/b)

Exit mobile version