pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mall GTC dan Appabatu Lokasi Pantauan Hilal

ist RAPAT--Plt Kakanwil kemenag Sulsel Ali Yafid (kiri) memimpin rakor persiapan hisab rukyat penentuan 1 Ramadan 1445 H, yang dihadiri Ketua MUI Sulsel, Badan Hisab rukyat Sulsel, BBMKG Wilayah IV Makassar, UIN Alauddin, UMI dan Unismuh serta Ormas Islam NU, Muhammadiyah dan DDI di kantor Kemenag Sulsel.

MAKASSAR, BKM — Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan pada 10 Maret 2024 yang bertepatan dengan 29 Syakban 1445 H di 134 wilayah di Indonesia. Untuk di Sulsel dilakukan di dua lokasi yakni di Rooftop Mall GTC Makassar dan Appabatu Desa Parak, Kecamatan Bontomanai.
Plt Kakanwil kemenag Sulsel Ali Yafid mengharapkan kedepannya akan dilaksanakan bimtek hisab rukyat yang di laksanakan kementerian agama bekerja sama dengan stekholter terkait.

“Semoga kedepannya kita bisa bekerjasama kembali untuk melaksanakan bimtek hisab rukyat guna untuk mengedukasikan ke masyarakat, yang sering terjadinya perbedaan waktu awal ramadhan dan 1 syawal,” jelas saat memimpin rapat koordinasi persiapan hisab rukyat penentuan 1 Ramadhan 1445 H, yang dihadiri Ketua MUI Sulsel, Badan Hisab rukyat Sulsel, BBMKG Wilayah IV Makassar, UIN Alauddin, UMI dan Unismuh serta Ormas Islam NU, Muhammadiyah dan DDI di kantor Kemenag, Senin (19/2).
Ali Yafid menambahkan, pelaksanaan Rukyatul Hilal dilaksanakan pada 10 Maret di Gedung Mall GTC Kota Makassar dan Appabatu Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, dengan harapan apapun hasilnya penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1445 H bisa membawa kemaslahatan ummat dan menunggu hasil keputusan sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kemenag RI,jelasnya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib menyampaikan bahwa pemantauan hilal akan dilakukan di 134 titik di seluruh Indonesia.

“Kami memutuskan akan menggelar rukyatulhilal di 134 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Adin melalui keterangan di Jakarta, Selasa (20/2).
Adib menyebut, rukyatulhilal akan dilaksanakan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Ormas Islam serta instansi lain di daerah setempat.
Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1445 H dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.
Secara hisab, kata Adib, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan jatuh pada Minggu, 10 Maret 2024 M atau bertepatan 29 Syakban 1445 H.
“Pada hari rukyat, 29 Syakban 1445 H, tinggi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara -0°20’ 1,2” sampai 0°52’ 5,4” dengan sudut elongasi antara 2°14’ 46,8” sampai 2°41’ 50,4”,” paparnya.(jun)



×


Mall GTC dan Appabatu Lokasi Pantauan Hilal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link